Takayama I’m in Love

Jika harus menyebutkan kota apa yang menjadi favorit di Jepang, maka Takayama menjadi salah satu jawaban saya. Tapi bagi pecinta keramaian atau pencari tempat belanja, jangan sekali-kali memasukan Takayama di dalam tujuan destinasi karena Takayama adalah kota yang kegiatannya berhenti di jam 5 sore. Mayoritas toko sudah banyak yang tutup pada jam itu.

Kota yang berada di prefektur Gifu ini terkenal sebagai entry point jika ingin berkunjung ke Shirakawa. Tapi menurut saya berilah waktu untuk tinggal lebih lama. Memang tidak banyak yang bisa dilakukan, terutama selepas jam 5 sore. Tapi bukan berarti Takayama di sore hari berubah menjadi layaknya kota mati. Masih banyak orang hiruk pikuk di area dekat stasiun dan terminal. Beberapa toko, cafe, dan restoran pun masih buka, jadi jangan takut mati gaya. Tapi suasana santai khas Takayama ini lah yang menjadi nilai lebih setelah penat dengan hiruk pikuk di kawasan turis Kyoto, Osaka, maupun Tokyo.

IMG_20160308_152828

Untuk menuju Takayama, saya menggunakan bis Chuo Kotsu. Sebenarnya Nouhi bus juga menyediakan rute Osaka – Takayama, tapi Chuo Kotsu menawarkan harga yang lebih murah. Tentu harga yang lebih murah itu menggoda bukan? One way trip Osaka – Takayama dengan Chuo Kotsu dibandrol di harga 3600 yen per orang. Sedangkan Nouhi bus di harga 4700 yen per orang. Keduanya membutuhkan reservasi terlebih dahulu. Nouhi bus punya kelebihan di sini karena websitenya tersedia dalam bahasa Inggris, sementara Chuo Kotsu full dalam bahasa Jepang. Tapi karena saya menginap di J-hoppers dan salah satu paket dari J-Hop tour menggunakan bis Chuo Kotsu, maka saya meminta bantuan mereka untuk melakukan reservasi bis. Jika tidak menginap di J-Hoppers sepertinya mereka masih bersedia untuk membantu tapi dengan tambahan biaya 140 yen.

Saya sampai di Takayama sekitar pukul 2 siang, setelah menempuh 5 jam perjalanan. Suasana Takayama di siang hari pun sepi luar biasa. Tidak banyak kendaraan maupun orang lalu lalang. Ketika menyusun itinerary di Takayama saya sudah memprediksi bahwa waktu saya di Takayama ini akan jadi semacam waktu santai. Ternyata memang benar, setelah sampai di hostel yang saya lakukan hanya istirahat. Padahal saya adalah tipe orang yang langsung eksplorasi kota tujuan setelah sampai di hostel. Tidak mau ada waktu terbuang percuma dengan hanya duduk manis di hostel.

Karena bosan dengan hanya guling-guling di tempat tidur, sekitar jam 5 sore saya memutuskan untuk keluar. Setelah mendapatkan peta dari resepsionis, it’s time to explore the city! Lebih tepatnya sih area sekitar hostel, bukan city Takayama secara keseluruhan. Karena senjata saya hanya kaki, jadi hanya pergi ke area yang masih bisa ditempuh dengan jalan kaki.

What to do in Takayama? Area wajib kunjung di Takayama adalah old district. Area ini memang menjadi favorit para turis. Tapi walaupun tempat favorit, area ini tidak ramai sama sekali. Atau karena saya datang di sore hari ya? Walaupun sudah sore, masih ada beberapa toko dan tempat makan yang buka di old district ini. Jadi tidak perlu khawatir kalau sampai di Takayama sore hari dan ingin membeli oleh-oleh. Kawasan ini juga terkenal dengan toko yang menjual sake. Area yang bersih dengan dikelilingi bangunan klasik Jepang membuat saya betah berlama-lama berjalan tanpa arah.

IMG_20160308_171829

IMG_20160308_165742

IMG_20160308_171700

Selain old district, hal yang bisa dilakukan di Takayama adalah mengunjungi pasar pagi atau morning market. Pasar pagi ini ibarat pasar kaget. Jadi tidak ada bangunan permanen di situ. Penjual mendirikan tenda untuk tempat berjualan. Takayama memiliki 2 morning market, yaitu Miyagawa morning market dan Jinya-mae morning market. Sesuai dengan namanya, Miyagawa morning market berlokasi di tepi sungai Miyagawa, sementara Jinya-mae morning market berada tepat di depan Takayama Jinya. Tidak banyak perbedaan dari kedua pasar itu, barang yang dijual mayoritas adalah sayur, buah, dan juga beberapa menjual souvenir.

Pasar ini sudah dimulai sejak pukul 6 pagi, tapi ketika winter jam buka mundur menjadi sekitar jam 7 pagi dan tidak berlangsung lama. Ketika sudah masuk siang hari, area yang tadinya berupa pasar akan bersih dan tidak terlihat jejak pernah ada pasar kaget di area itu. Tapi ketika cuaca tidak mendukung, tidak banyak penjual yang membuka lapak. Pembeli pun sepi. Saya termasuk yang kurang beruntung karena pagi itu turun hujan yang lumayan deras. Tidak banyak penjual jadi saya tidak bisa melihat suasana normal morning market ini seperti apa 😦

IMG_20160309_091310

IMG_20160309_092550

Hal lain yang bisa dilakukan di Takayama adalah berkunjung ke Takayama Jinya. Namun karena waktu yang terbatas, lebih cocok sepertinya dibilang karena bangun kesiangan, saya sendiri tidak sempat berkunjung dan hanya melihat tampak depannya saja. Takayama Jinya sendiri adalah bangunan yang merupakan kantor pemerintahan di jaman Edo dulu. Untuk masuk dikenakan biaya 430 yen per orang dewasa.

IMG_20160309_095831

IMG_20160309_100128

Jika berkunjung ke Takayama atau juga biasa disebut Hida Takayama, pasti akan sering melihat toko yang menjual boneka berwarna-warni berkepala bulat tapi tidak memiliki wajah. Itulah Sarubobo, boneka khas Takayama. Sarubobo artinya adalah bayi monyet. Saya sendiri juga heran kenapa disebut bayi monyet, padahal bentuknya tidak seperti monyet. Boneka lucu ini dijual dengan beragam ukuran, mulai dari yang kecil mungil berupa gantungan kunci sampai boneka besar yang melebihi ukuran anjing chihuahua. Ada juga Sarubobo yang dibuat dengan wajah Hello Kitty. Sarubobo berisi akan doa dan harapan. Setiap warna mewakili harapan yang berbeda. Warna yang banyak ditemui adalah warna merah, yang berarti harapan akan kebahagiaan. Ada juga yang berwarna kuning yang berarti harapan akan rejeki, serta warna pink yang mewakili harapan untuk pasangan hidup. Sssttt…saya akhirnya beli yang warna pink…XD

Cerita yang saya dapat dari warga lokal, Sarubobo ini ada karena jaman dulu anak-anak tidak diperbolehkan untuk main keluar rumah pada saat musim dingin ketika salju tebal. Karena para cucu bosan hanya diam di rumah, nenek mereka pun berinisiatif untuk membuat boneka untuk sang cucu sebagai teman bermain di rumah. Banyak juga yang bertanya, kenapa boneka ini tidak memiliki wajah? Jawabannya sama seperti jawaban untuk pertanyaan ‘kenapa Hello Kitty tidak memiliki mulut?’, yaitu boneka ini mengikuti suasana hati dari si pemilik. Jika pemiliknya bersedih, maka Sarubobo akan ikut bersedih. Sebaliknya jika sang pemilik sedang senang, maka Sarubobo juga akan ikut tersenyum.

sarubobo
Sumber gambar: Google

Untuk masalah makanan, Takayama terkenal dengan Hida beefnya. Kenal dengan daging sapi Kobe yang harganya selangit? Well..you can find its brother in Takayama. Hida beef juga terkenal karena harganya yang mahal. Tapi dengan harga yang mahal itu, tentu sebanding dengan kelezatannya. Sayang sekali karena harganya yang mahal itu, jadi saya tidak mencobanya. Takut setelah makan Hida beef, tidak bisa bayar biaya hidup selanjutnya di Jepang..:p Tapi saya masih sempat mencoba kari instan dengan isi Hida beef. Walaupun isi dagingnya bisa dihitung dengan jari dan dengan ukuran super mini, lumayan masih bisa mencoba. Rasa kari dan dagingnya enak, cukup menyesal karena hanya beli 1. Kalau masih diberi kesempatan bisa datang lagi ke Takayama, saya akan menabung lebih agar bisa makan Hida beef. Amen!

IMG_20160308_170735

Kota yang sederhana, warga yang ramah, makanan enak, Takayama sukses merebut hati saya. I’m in love with this city. Walaupun cuaca kurang bersahabat ketika saya datang karena dingin dan super gloomy, tapi justru membuat saya ingin berkunjung lagi ke sana. Tentu di musim yang berbeda. Melihat beberapa foto Takayama di musim panas dengan cuaca yang cerah, langit biru, cukup menggoda juga. Tapi jika harus memilih musim apa jika diberi kesempatan bisa kembali lagi ke Takayama, i’ll choose autumn. Tapi sepertinya di musim apapun, Takayama tetap cantik.

Ada yang sudah pernah ke Takayama di musim gugur atau bahkan musim semi ketika bunga sakura bermekaran? I bet it’s very pretty! *envy*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s