Rekomendasi Akomodasi (Part 1)

Salah satu hal penting dalam liburan adalah pilihan akomodasi. Kalau buat saya pribadi akomodasi atau penginapan selama liburan ini juga menentukan mood. Bayangkan lelah setelah menempuh perjalanan lama, apalagi kalau ditambah dengan delay, dan sampai di penginapan ternyata disambut staff front office yang jauh dari ramah atau bertemu kamar mandi yang kotor. Hasilnya? Uji coba emosi dan mood drop sampai ke level terendah.

Akomodasi juga merupakan salah satu post pengeluaran terbesar setelah transportasi. Jenis akomodasi atau penginapan sendiri beragam, ada hotel, hostel, guest house, bed & breakfast, motel, sampai dengan yang gratis seperti couchsurfing. Tipe kamar pun tersedia untuk kamar private atau dormitory. Tinggal dipilih berdasarkan besarnya budget yang ada. Saya lebih banyak memilih jenis penginapan hostel dan guest house, maka jenis penginapan yang saya bahas berkutat di area itu.

Tidak ada hal di dunia ini yang sempurna, begitu pula dengan hostel. Setiap hostel memiliki nilai tambah dan kurang sendiri. Nilai itu juga tergantung dari siapa yang menilainya. Party hostel yang memiliki rooftop bar di mana ada kalanya akan muncul suara bising dari lorong hostel di tengah malam akan mendapat nilai minus dari tamu yang mencari ketenangan. Banyak pertimbangan untuk memilih hostel, untuk saya lokasi sangat penting. Harga murah tapi jauh dari lokasi yang ingin dikunjungi, percuma juga. Review dari tamu juga sangat penting karena dari situ bisa dilihat bagaimana kebersihan dan keramahan staff. Karena tujuan saya dari menulis blog adalah untuk jadi manfaat, review yang ada di situs pemesanan juga terbatas, jadi kali ini saya akan membahas beberapa hostel yang pernah saya pilih yang semoga bisa bermanfaat bagi yang sedang pusing pilih-pilih akomodasi.

Selama periode 2011 – 2016, ada total 20 hostel di 16 kota di 10 negara yang pernah saya coba. Karena akan terlalu panjang jika menulis 20 hostel dalam 1 post, jadi saya coba bagi menjadi beberapa post terpisah. Di post pertama ini saya akan membahas 3 hostel di Jepang. Untuk foto, karena saya hampir tidak pernah mengambil foto hostel, jadi foto di sini saya ambil dari website resmi hostel atau situs pemesanannya. Tapi tenang, foto di web hostel ini kondisinya sama dengan yang dilihat di TKP.

Tokyo Hikari Guesthouse (Tokyo, Jepang)

Lokasi ( 111-0051 Tokyo Prefecture, Taito-ku Kuramae 2-1-29, Japan )

I can say that Tokyo Hikari is my fav accommodation so far! Jika mencari penginapan di area Asakusa, Tokyo Hikari bisa menjadi pilihan. Memang lokasinya tidak berdekatan persis dengan stasiun Asakusa, tapi super dekat dari stasiun Kuramae yang jaraknya hanya 2 menit dengan subway dari Asakusa. Walaupun stasiun Kuramae Odeo line dan Asakusa line tidak berada di lokasi yang sama, tapi itu tidak menjadi masalah. Untuk yang mencari penginapan dengan suasana yang tenang, Tokyo Hikari sangat saya rekomendasikan. Tempat ini sangat cocok untuk melepas lelah setelah seharian mengeksplorasi Tokyo karena lingkungannya yang tenang, di luar maupun di dalam. Bisa dilihat di peta di bawah ini untuk arah dari stasiun menuju hostel.

Untitled

Kamar & Fasilitas

Tokyo Hikari menawarkan kamar private dan dormitory. Untuk dormitory ada pilihan mix dan female only shared room. Karena biaya akomodasi di Jepang itu mahal, jadi sebagai pecinta biaya murah, tentu saja saya tidak memilih private room. Saya pecinta female dormitory room juga karena cukup tahu ya orang bule itu kalau tidur bajunya sangat minimalis. Jadi daripada grogi harus tidur 1 kamar dengan laki bule tanpa baju, lebih baik cari aman 😀

Kamar female dormitory di sini berkapasitas 9 tempat tidur berupa bunk bed atau tempat tidur susun. Harga dibandrol 2800 yen per malam per tempat tidur. Kasur empuk, bantal besar, selimut nyaman, tersedia colokan listrik, rak kayu kecil, lampu baca, gantungan baju, dan tirai untuk privasi. Couldn’t ask no more lah. Nilai minus mungkin ada di ukuran kamar yang tidak terlalu luas, jadi untuk yang membawa koper besar atau yang tidak membawa koper besar tapi bersebelahan dengan tamu berkoper besar, bersiaplah untuk mengeluh.

Untuk fasilitas, sayang sekali wahai penikmat sarapan gratis, no free breakfast. Tapi free breakfast memang bukan hal yang banyak ditemui di hostel di Jepang. Hostel yang menyediakan fasilitas ini bisa dihitung dengan jari, langka. Dan sekali lagi wahai pengguna koper besar, bersiaplah untuk mengangkat koper karena Tokyo Hikari tidak memiliki lift. Hal yang wajar sih mengingat guesthouse ini adalah rumah 2 lantai yang disulap untuk penginapan. Namun Tokyo Hikari memiliki dapur dengan fasilitas lengkap, juga tersedia kopi dan teh gratis.

Karena kebutuhan internet saya hanya terbatas di update status dan browsing saja, jadi menurut saya free wifi yang disediakan sudah memuaskan. Kamar mandi dan toilet, super bersih. Namun kamar mandi yang disediakan di sini hanya 2, jadi bersabarlah jika harus mengantri. Nilai tambah untuk fasilitas, bisa menggunakan kamar mandi for free setelah waktu check out. Saya ijin untuk menggunakan fasilitas untuk mandi sebelum pergi ke bandara di jam 7 malam dan they allowed me to use it for free. Saya mah anaknya murahan, jadi diberi gratisan sudah cukup senang :p

Untitled

Nilai tambah untuk Tokyo Hikari adalah pemiliknya yang ramah, Isa-san. He’s willing to chat with guests sehingga suasana di sini sangat terasa seperti rumah, nyaman dan hangat. Itulah kenapa saya menaruh Tokyo Hikari sebagai hostel favorit, sangat homy. If i have another chance to visit Tokyo, i’ll definitely back to this place again! For more information, you can check their website here.

 

U-En Guesthouse (Osaka, Jepang)

Lokasi ( 553-0003 Osaka Prefecture, Osaka, Fukushima, Fukushima 2-9-23 , Japan )

Guesthouse yang berlokasi di area Fukushima, Osaka ini juga merupakan salah 1 hostel favorit saya, bisa dikatakan favorit setelah Tokyo Hikari. Tapi sepertinya hostel-hostel di Jepang memang punya tempat sendiri di hati saya. Kebersihan, fasilitas, tempat tidur dormitory yang rata-rata ukurannya cukup besar, keramahan staff, semuanya bagus. Ketika pertama kali ke Osaka, atau kota mana pun, jujur saya selalu bingung harus memilih hostel di area mana. Pertimbangan terpenting saya dalam memilih hostel adalah lokasi yang dekat dengan stasiun subway atau halte bis. Baru kemudian ditarik apakah lokasi tersebut berdekatan dengan tujuan wisata yang ingin dikunjungi atau halte dan stasiun yang dituju kalau ada berpergian ke lain kota.

Fukushima sendiri lokasinya ternyata cukup strategis, dekat dengan beberapa tujuan wisata seperti Umeda Sky Building dan Universal. Stasiun Osaka pun hanya selemparan batu. Kalau naik kereta dari stasiun Fukushima, pemberhentian selanjutnya sudah stasiun Osaka. Pilihan stasiun di Fukushima ada 2, Fukushima dan Shin Fukushima. Kalau kelaparan, banyak tempat makan yang bisa dipilih. Mini market pun mudah ditemukan. Untuk lokasi persinya berada di mana, bisa dilihat di gambar di bawah.

Untitled

Kamar & Fasilitas

Seperti hostel pada umumnya, U-En Guesthouse memiliki kamar untuk private maupun dormitory. Untuk dormitory juga ada pilihan female only. Sebelum memilih U-En Guesthouse ini sebenarnya pilihan saya juga ada J-Hoppers yang lokasinya juga berada di Fukushima. Tapi saya akhirnya memilih U-En Guesthouse karena tergoda dengan foto yang memperlihatkan tempat tidur dengan ukuran wow besarnya. Karena saat itu Osaka adalah kota pemberhentian terakhir, jadi saya pikir tidak apa lah harganya lebih mahal, toh sudah kota terakhir.

Like usual, jika ada dormitory dengan pilihan female only, i’ll choose to stay in female only room. Untuk female dormitory, kapasitasnya untuk 4 orang dengan tempat tidur berupa bunk bed. Harga yang ditawarkan adalah 3000 yen per malam per tempat tidur. Fasilitas di dalam tempat tidur menurut saya sangat memuaskan. Hal standar seperti colokan, lampu baca, sudah biasa. Tapi U-En menambahkan fasilitas lemari kecil yang bentuknya seperti peti, ini jarang atau bahkan belum pernah saya temukan di hostel yang pernah saya datangi sebelumnya. Tidak lupa juga mereka memberikan tirai untuk menjaga privasi. Nilai minus dari U-En ini adalah dinding yang lumayan tipis karena suara dari luar bangunan bisa terdengar sampai ke kamar. Karena female dormitory ini ruangannya berada di ujung, jadi suara dari jalan yang kebetulan ada di balik dinding terdengar dari kamar.

Fasilitas apa saja yang ada di U-En? Masih standar hostel di Jepang, free wifi, shared bathroom, shared toilet, shared kitchen. But no free breakfast, like usual. Untuk free wifi, kecepatannya masih ok lah untuk sekedar browsing dan update status. Kamar mandi, like another Japan’s hostel, mereka menyediakan sabun dan shampoo. Toilet? U-En menggunakan toilet canggih ala Jepang dengan banyak tombolnya itu *kemudian berubah jadi ndeso pencet semua tombol. Saya juga suka dengan common room yang ada di U-En ini karena ruangannya yang luas dan disediakan 1 laptop yang bisa digunakan oleh tamu.

Tidak tersedia lift di guesthouse ini. Yang membawa koper besar mungkin akan sedikit mengalami kesulitan membawa naik kopernya karena tangganya lumayan curam dan sempit. Dan bagi yang ingin menggunakan kamar mandi setelah waktu check-out, mereka mempersilahkan tamu untuk bisa menggunakannya dengan biaya 100 yen per orang.

Untuk reservasi, ketika saya stay di U-En di tahun 2014 mereka masih bekerja sama dengan booking.com. Tapi di tahun 2016 ketika saya ingin stay lagi di sini, fasilitas reservasi online mereka hanya bekerja sama dengan hostelworld atau langsung reservasi di website mereka (Japanese language only). Jika melihat lagi website mereka sepertinya U-En melakukan upgrade untuk pilihan kamar yang mereka tawarkan dibandingkan ketika saya menginap dulu. For more information you can check their website in here.

 

J-Hoppers Osaka Guesthouse (Osaka, Jepang)

Lokasi ( 553-0003 Osaka Prefecture, Osaka, Fukushima-ku Fukushima 7-4-22 , Japan )

Satu lagi hostel di Osaka yang berada di kawasan Fukushima. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas ketika pertama kali ke Osaka di tahun 2014, J-Hoppers juga masuk dalam pilihan akomodasi saya dan di kesempatan bisa berkunjung ke Osaka lagi di tahun 2016 saya memutuskan untuk menginap di J-Hoppers. Kenapa tidak kembali stay di U-En Guesthouse? Bukan tidak mau balik lagi ke sana, tapi ketika saya ingin melakukan reservasi, ketersediaan slot di dormitory untuk tanggal yang saya inginkan sudah tidak ada lagi alias sold out 😦

Untuk lokasi, J-Hoppers jaraknya tidak terlalu jauh dari U-En. Jika U-En lebih dekat dengan stasiun Shin-Fukushima, maka J-Hoppers lebih dekat dengan stasiun Fukushima. Secara stasiun, J-Hoppers lebih menguntungkan karena Osaka loop line yang terintegrasi dengan banyak line melewati stasiun Fukushima sementara Shin-Fukushima hanya dilalui oleh Tozai line. Untuk bagaimana menuju ke hostel dari stasiun, bisa dilihat di peta di bawah ini.

Untitled

Kamar & Fasilitas

J-Hoppers adalah salah satu hostel yang juga menawarkan pilihan kamar untuk jenis private maupun dormitory. Untuk dormitory juga ada pilihan female dormitory dengan kapasitas 6 orang dengan tempat tidur berupa bunk bed. Harga yang dipasang untuk female dorm adalah 2700 yen per malam untuk per tempat tidurnya. Tapi ketika masuk peak season dan weekend, harganya menjadi 3000 yen per malamnya.

Dengan harga 2700 yen, fasilitas yang didapatkan di tempat tidur memang tidak sebaik U-En karena area tempat tidur tidak terlalu luas. Namun fasilitas seperti colokan listrik, lampu baca, dan tirai masih tersedia. Dan J-Hoppers tidak menyediakan tempat menaruh barang berbentuk peti seperti yang ada di U-En, tapi hanya berupa meja yang ada di samping tempat tidur. Tapi mereka menyediakan loker dan gantungan baju di kamar yang bisa digunakan bersama. Untuk loker, gembok tidak disediakan. Jadi jika ingin menggunakan loker terkunci bisa membawa gembok sendiri atau beli.

Tidak ada fasilitas lift di J-Hoppers, padahal hostel ini terdiri dari 3 lantai. Lumayan olahraga juga kalau dapat kamar di lantai 3. Sudah turun ke lobby, ada barang ketinggalan di kamar, wassalam. Untuk fasilitas kamar mandi, di lantai 2 sendiri, lantai tempat kamar saya berada, hanya disediakan 1 kamar mandi dan 1 toilet. Tapi itu tidak jadi nilai minus ketika saya menginap karena tidak terjadi antrian waktu itu. Atau mungkin karena saya datang masih di akhir winter jadi banyak tamu memilih untuk tidak mandi? Hmmm…

Untuk fasilitas lain seperti free wifi, masih memuaskan. Walaupun terdiri dari 3 lantai, J-Hoppers memiliki akses wifi di setiap lantainya. Free breakfast? Sorry pencari gratisan, not available, silahkan cari sarapan di toko donat yang ada di dekat stasiun. Tapi kalau sekedar minum teh atau kopi, tersedia gratis di dapur. J-Hoppers ini bisa dikatakan hostel yang cocok untuk turis yang senang berinteraksi dengan para tamu lainnya. Suasana di J-Hoppers ini memang lebih hidup dibandingkan 2 hostel sebelumnya karena hostel ini juga memiliki beberapa event di mana mereka mengundang tamunya untuk saling berinteraksi. Staff J-Hoppers juga super ramah dan sangat fasih berbahasa Inggris. Jika tertarik untuk stay, bisa cek website J-Hoppers Osaka di sini

Sebenarnya ada 1 lagi hostel di Tokyo yang pernah saya coba, but i will post it later along with my review for hostel in Kyoto and Takayama. Ada yang sudah pernah stay di 3 hostel di atas atau punya rekomendasi hostel lain yang oke punya? Don’t hesitate to share your experience in comment below 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Rekomendasi Akomodasi (Part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s