Rekomendasi Akomodasi (Part 2)

Seperti yang sudah pernah saya bahas di post sebelumnya, Rekomendasi Akomodasi bagian 1, akomodasi merupakan salah satu poin sakral dalam sebuah perjalanan. Di mana akomodasi merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam pengeluaran liburan. Jadi harus pintar-pintar cari akomodasi yang tepat supaya budget tidak membengkak. Dan seperti yang sudah saya janjikan di post sebelumnya, saya akan mencoba memutar memori saya kembali agar bisa membahas akomodasi atau hostel tempat saya menginap selama liburan di kurun waktu tahun 2011 – 2016. Semoga bisa membantu bagi yang membutuhkan.

Tiga hostel di Jepang sudah dibahas dan di post bagian kedua ini saya juga akan membahas lagi 3 hostel di Jepang, tepatnya di Tokyo, Kyoto, dan Takayama. Untuk foto yang ditampilkan, masih sama seperti post sebelumnya, mengambil dari web resmi hostel dan situs pemesanan. Tapi antara realitas dan foto yang ditampilkan memiliki kondisi yang tidak jauh berbeda.

Anne Hostel Asakusabashi (Tokyo, Jepang)

Lokasi ( 111-0052 Tokyo Prefecture, Taito-ku Yanagibashi 2-21-14, Japan )

Ketika berkunjung ke Tokyo, sepertinya memang kurang afdhol jika tidak berkunjung ke Asakusa, area di mana the famous Kaminarimon Gate berada. Itulah kenapa saya juga memilih untuk menginap di area yang dekat dengan Asakusa ketika pertama kali mengunjungi Tokyo di tahun 2014. Anne Hostel menjadi pilihan saya kala itu. Lokasinya tidak terlalu jauh dari stasiun Asakusabashi yang cukup dekat dari Asakusa. Untuk menuju ke hostel dari stasiun Asakusabashi memang sedikit tricky karena tidak hanya sekedar 1-2 kali belok. Harus memperhatikan bangunan tertentu di mana harus berbelok. Saya sendiri ketika mencari sempat salah belok karena bangunan yang seharusnya diperhatikan justru terlewat. Arah menuju Anne Hostel digambarkan dengan cukup jelas oleh mereka di bawah ini.

Untitled

Kamar & Fasilitas

Kamar yang ditawarkan oleh Anne Hostel seperti layaknya hostel pada umumnya, terdapat kamar private dan juga tipe dormitory. Yang menjadikan Anne Hostel berbeda adalah mereka menawarkan kamar dengan tipe tradisional ala Jepang, di mana tidur tanpa tempat tidur. Saya tentu saja tidak memilih kamar tatami ini. Sebagan manusia super irit pilih kamar sederhana berharga murah saja.

Anne Hostel juga memiliki female dormitory room yang berkapasitas untuk 10 dan 4 orang. Pada saat saya menginap, kamar yang tersedia hanya kamar kapasitas 10 orang dengan harga 2800 yen per malam untuk hari biasa dan 3100 yen untuk malam minggu. Tapi sepertinya saat ini mereka menurunkan harga. Bisa dicek di web mereka untuk kamar female dormitory kapasitas 10 orang dipasang harga 2400 yen per malam.

Untuk masalah fasilitas, 1 kelebihan dari Anne Hostel yaitu tersedia free breakfast. Yay! Sarapan yang disediakan sebenarnya sangat sederhana, roti dengan berbagai selai serta pilihan teh dan kopi. Tapi melihat mayoritas hostel di Jepang tidak menyertakan free breakfast, jadi ini menjadi nilai tambah. Jujur saya memilih Anne Hostel ini karena fasilitas free breakfast itu. Yeah, i’m that cheap :p

Untuk fasilitas di tempat tidur, masih memenuhi standar. Colokan listrik, lampu baca, rak kecil, dan tirai. Loker tersedia di dalam kamar untuk tamu yang ingin menyimpan barang berharga di tempat terkunci. Tapi gembok tidak disediakan ya. Untuk kamar mandi, Anne Hostel memiliki jumlah kamar mandi dan toilet yang lumayan di setiap lantainya. Di lantai tempat kamar saya berada kalau tidak salah ingat ada 3 kamar mandi dan 3 toilet. Itu sudah lumayan cukup, tidak ada antrian untuk 2 kamar dormitory. Jangan-jangan memang saya saja yang beruntung berbarengan dengan tamu yang malas mandi 😀

“Do you have water dispenser?”

“Sorry, we don’t. But you can fill your bottle with tap water in kitchen”

Kemudian saya bengong.

Staff resepsionis langsung menunjukan kalau saya bisa mengambil air minum langsung dari air kran karena melihat saya yang bingung. Ketika pertama kali ke Jepang, saya memang tidak meriset masalah air minum. Saya selalu membawa botol kosong untuk diisi air minum untuk bekal. Dan water dispenser adalah 1 barang yang selalu saya cari di dapur hostel. Ternyata air kran di Jepang bisa langsung diminum. Maafkan ke-ndesoan saya ini. *bow. Dapur yang disediakan cukup lengkap. Jadi tidak ada masalah bagi orang yang berhemat untuk makanan dan memilih untuk memasak ketimbang makan di luar.

Final words, untuk saya pribadi Anne Hostel masuk dalam kategori hostel yang ok walaupun tidak stand out. Tidak terlalu bagus, namun juga tidak jelek. Tetap saya rekomendasikan untuk yang mencari akomodasi di Tokyo sekitar Asakusa karena free breakfastnya..hehe..Yang membuat saya sedih adalah saya tidak diijinkan menggunakan kamar mandi sebelum waktu check in karena saya datang di jam 7 pagi di mana front office belum buka, staff hanya membuka pintu dan mempersilahkan saya menaruh tas di dalam. Jadi saya keliling Tokyo seharian tapi belum mandi sejak 1 hari sebelumnya :p

Khaosan Kyoto Guest House (Kyoto, Jepang)

Lokasi ( 568 Nakanocho, Bukkoji-agaru, Teramachi-dori, Shimogyo-ku, Kyoto City, Japan )

Bisa dibilang saya memilih Khaosan untuk tempat menginap selama di Kyoto adalah karena faktor lokasi. Berada di keramaian tapi masih masuk ke jalan kecil dari jalan utama, dekat dengan mini market dan banyak pilihan tempat makan, serta dekat dengan halte bus dan stasiun subway jadi cukup mudah mengakses dari stasiun Kyoto. Untuk akses pastinya bisa dicek di gambar di bawah ini atau di web Khaosan karena cukup detil sampai harus belok di mananya pun ada.

Untitled

Kamar & Fasilitas

Khaosan ini memiliki banyak cabang di beberapa kota di Jepang, seperti Tokyo, Osaka, Hokkaido, bahkan Kanazawa, jadi untuk masalah pilihan kamar dan fasilitas yang disediakan bisa dibilang memang jempolan. Kamar yang disediakan terdiri dari tipe kamar private dan juga dormitory. Dormitorynya sendiri memiliki kapasitas yang beragam, kapasitas 4, 6, dan 10 orang. Female dormitory pun tersedia. Tempat tidur dalam bentuk tempat tidur susun dengan colokan listrik, lampu baca, dan tirai. Di female dormitory juga tersedia balkon kecil. Ini menjadi nilai tambah karena bisa digunakan untuk menjemur.

Untuk harga, ketika saya menginap di sana di tahun 2014 harga yang dibandrol untuk female dormitory room kapasitas 6 orang adalah 2300 yen per malam per tempat tidur. Tapi coba dicek di web mereka sepertinya saat ini harganya sudah lumayan melonjak menjadi 2800 yen per malamnya. Kenaikan yang lumayan ditambah dengan kurs yen yang semakin mahal, menyedihkan.

Selama mengunjungi Jepang, Khaosan di Kyoto ini adalah salah satu hostel yang menyediakan fasilitas lift. Jadi bagi yang membawa koper besar tidak perlu khawatir harus bercapek-capek ria mengangkat koper sambil naik tangga. Selain itu juga tersedia fasilitas standar lain seperti dapur, free wifi, dan PC yang bisa dipakai cuma-cuma (tapi tetap jangan lupa waktu ya karena ini bukan warnet :p). Tidak perlu khawatir harus antri lama ketika ingin menggunakan kamar mandi karena ketersediaan kamar mandi di setiap lantainya cukup banyak.

Hal yang saya suka ketika menginap di Khaosan Kyoto ini selain dapur yang lumayan besar jadi betah berlama-lama duduk di sana adalah Khaosan mengijinkan tamunya untuk bisa mandi walaupun belum masuk jam check in. Hal yang dianggap sepele memang, tapi penting. Bayangkan setelah berjalan di cuaca yang lumayan panas, keringat di mana-mana, dan belum bisa masuk kamar karena belum masuk waktu check in. Hal yang bisa dilakukan selain nongkrong di lounge, tentunya keluar jalan-jalan. Tapi apa yakin mau nongkrong di lounge atau jalan-jalan dengan badan bekas keringat begitu? Bisa batal ketemu jodoh kalau begitu caranya.

Tapi ada juga hal yang membuat saya sebal ketika menginap di Khaosan Kyoto ini. Free wifi di female dormitory lelet luar biasa, sinyal mati nyala. Entah hanya terjadi di wilayah tempat tidur saya atau bagaimana. Karena saya sempat berdiri menempel di pintu kaca menuju balkon supaya bisa memakai wifi dengan baik dan benar. Hal positifnya ketika mendapat hal seperti ini, jam tidur jadi lebih cepat. Selalu ambil sisi positifnya saja sih ketika terjadi hal yang tidak diinginkan *anaknya sok bijak

Satu hal lagi yang membuat Khaosan tidak masuk dalam hostel favorit saya adalah colokan listrik di tempat tidur saya tidak kencang. Ketika curhat ke staff front office untuk masalah ini, solusi pertama yang diberikan lumayan menyedihkan, saya bisa pakai colokan yang ada di front office. Front office di lantai 1 sementara kamar saya di lantai 3. Saya mengernyitkan dahi ketika diberikan saran itu. Tapi akhirnya saya minta dipindahkan ke tempat tidur lain yang (untungnya) masih tersedia.

Khaosan Kyoto ini cocok bagi orang yang senang bersosialisasi atau bertemu orang baru karena kapasitas tamunya lumayan banyak dan banyak kesempatan untuk beramah tamah dengan tamu lain. Memang bukan hostel favorit saya selama di Jepang, tapi recommended bagi yang masih bingung memilih hostel di Kyoto. Siapa tahu Khaosan Kyoto ini justru jadi favorit kalian setelah menginap di sana. *kedip centil

J-Hoppers Hida Takayama (Takayama, Jepang)

Lokasi ( 5-52, Nada-machi, Takayama City, Japan )

Lokasi, lokasi, dan lokasi. J-Hoppers di Hida Takayama ini lokasinya memang juara. Dekat dari stasiun kereta JR dan terminal bus Takayama, di mana mayoritas turis datang dari situ *ya iyalah datang dari stasiun dan terminal, nggak ada bandara di Takayama. Bukan berarti tidak ada penginapan lain yang bisa dipilih di dekat situ, tapi untuk pilihan yang murah, kemarin saya hanya menemukan J-Hoppers dan K’s House. J-Hoppers juga cukup dekat dengan beberapa spot menarik di Takayama, seperti Sanmachi Suji, Takayama Jinya, dan morning market. Untuk akses menuju J-Hoppers Takayama bisa dilihat di map di bawah ini.

Untitled

Kamar & Fasilitas

Seperti J-Hoppers di Osaka yang sudah saya bahas di post bagian pertama, J-Hoppers Hida Takayama ini juga memiliki kamar private dan juga dormitory. Harga yang ditawarkan pun sama. Karena saya memilih female dormitory room (lagi), harga yang dikenakan juga 2700 yen per malam per tempat tidur. Kenaikan harga 300 yen juga berlaku pada saat peak season dan weekend.

Hal yang membuat saya jatuh cinta dengan J-Hoppers di Takayama ini adalah space tempat tidur yang super luas, untuk bunk bed yang berada di bawah. Mungkin yang terluas yang pernah saya dapat. Dengan ukuran yang luas ini, saya sampai bisa leluasa memasukan semua barang saya ke dalam dan masih ada space tersisa. Untuk tempat tidur bagian atas atas, saya kurang tahu karena tidak intip-intip ke atas. Di dalamnya disediakan lampu baca dan colokan listrik seperti biasa. Namun ada tambahan fasilitas berupa rak, lemari kecil, serta gantungan baju di setiap bunk bednya.

Hostel dengan bangunan 4 lantai ini memiliki fasilitas seperti layaknya hostel lain, seperti dapur, common room, shared toilet dan shower room, coin laundry, dan tambahan fasilitas sewa sepeda. Toilet tersedia di setiap lantai, namun tidak dengan shower room. Ini yang sangat disayangkan. Shower room hanya tersedia di lantai 1. Untungnya hal ini masih diselamatkan dengan adanya lift. Coba agak dibayangkan kalau tidak ada lift. Kamar di lantai 3, sudah sampai di lantai 1 baru ingat kalau ketinggalan handuk atau celana.

Yang membuat saya memilih J-Hoppers ini sebenarnya adalah karena J-Hoppers memiliki tur ke Shirakawa dan ada diskon 500 yen untuk tamu yang menginap di J-Hoppers Takayama. Dengan begini biaya yang dikeluarkan untuk tur ke Shirakawa jadi lebih murah dibandingkan jalan sendiri dengan menggunakan bis umum. J-Hoppers juga menyediakan fasilitas sewa sepatu boot. Cukup membantu ketika pergi ke Shirakawa di musim dingin dan tidak membawa sepatu yang layak. Seperti saya ini contohnya, datang ketika masih turun salju dan hanya menggunakan sepatu kanvas. Turis yang teledor *self toyor. Detil tentang perjalanan saya ke Shirakawa bisa dibaca di sini 🙂

Sama dengan J-Hoppers di Osaka, J-Hoppers di Hida Takayama ini juga sangat cocok bagi orang yang senang bersosialisasi dengan tamu lain. Dengan kapasitas tamu yang besar sehingga bisa banyak bertemu dengan banyak orang. J-Hoppers ini juga cocok untuk yang datang berombongan dan keluarga karena ketika saya menginap di sini pun beberapa kali bertemu tamu yang datang dengan keluarga yang membawa anak kecil. Kalau ingin tahu lebih banyak lagi tentang J-Hoppers Hida Takayama ini, bisa dicek langsung di webnya.

Akhirnya semua hostel tempat saya menginap selama di Jepang sudah dibahas. Untuk post selanjutnya saya akan review hostel tempat saya menginap selama di Bangkok, Ho Chi Minh, Siem Reap, dan Phnom Penh.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s