Mengurus Visa Schengen Belanda via VFS Global

Dua postingan berturut-turut saya membahas topik yang dalam menjalankannya membutuhkan pengorbanan jiwa dan raga, yaitu proses mengurus visa. Berbeda dengan pengajuan visa Inggris yang sukses saya dapatkan dengan proses yang mulus dan tanpa hambatan, visa Schengen kali ini harus saya jalani dengan beberapa drama dan sampai saat ini menjadi proses pengajuan visa terlelah dalam sejarah travelling saya. Padahal menurut mitos mengajukan visa Inggris lebih sulit daripada visa Schengen, tapi apa yang terjadi pada saya justru sebaliknya.

Mulai tanggal 1 Juli 2016 pengajuan visa Schengen untuk Belanda tidak lagi dilayani secara langsung di kedutaan Belanda. Mereka sudah memberikan kepercayaan kepada VFS Global untuk proses pengumpulan berkas untuk pengajuan visa short term visit atau visa turis. Sama seperti pengajuan visa Inggris, untuk visa Schengen dari kedutaan Belanda juga bisa dilakukan di kantor VFS Global yang ada di Jakarta, Surabaya, dan Bali. Lokasi VFS Global bisa dilihat di sini. Untuk mengajukan visa di lokasi selain Jakarta, kita tidak dikenakan biaya tambahan.

Visa Schengen ini adalah visa sakti yang bisa digunakan untuk berkunjung ke beberapa negara di benua Eropa. Tapi patut diingat kalau tidak semua negara di Eropa bisa dikunjungi hanya dengan menggunakan visa ini. Saat ini total ada 26 negara Eropa yang bisa ditembus dengan visa Schengen, daftar negara mana saja yang bisa dikunjungi dengan visa sakti ini bisa dilihat di sini.

Pertanyaan yang sering diajukan ketika ingin mengunjungi beberapa negara di Eropa adalah, ‘Di kedutaan negara mana saya harus mengajukan visa?‘. Jawaban yang paling aman adalah di negara akan tinggal paling lama. Ada juga yang menyebutkan di negara mana akan masuk pertama kali. Tapi jawaban kedua tersebut terasa membingungkan karena yang terjadi pada saya adalah pengajuan visa saya sempat tidak diterima oleh pihak VFS dengan alasan masa tinggal berdasarkan booking hotel saya terlihat paling lama berada di Jerman ketimbang Belanda, padahal negara wilayah Schengen pertama yang akan saya injak adalah Belgia, di mana Belanda menjadi perwakilan Belgia untuk masalah visa.

Untuk masalah di negara mana akan tinggal paling lama, lihatlah pada pemesanan hotel. Walaupun jumlah hari antar negara sebenarnya kurang lebih sama tapi pihak VFS akan tetap melihat jumlah berapa malam akan tinggal. Contoh: pada itinerary yang saya lampirkan di pengajuan sebenarnya terlihat saya stay di Belanda adalah 3 hari, tapi karena saya akan menuju ke Praha dengan kereta malam maka otomatis tidak ada pemesanan hotel untuk malam ketiga dan saya baru akan booking kereta ketika visa sudah di tangan, maka pemesanan hotel hanya tertulis 2 malam. Sementara pemesanan hotel di Jerman terlihat 3 malam karena saya menuju destinasi berikutnya pada esok paginya. Alhasil disinilah drama pertama terjadi, dokumen saya ditolak pihak VFS dan disarankan untuk mengajukan ke kedutaan Jerman. Karena untuk pindah pengajuan ke Jerman berarti mengulang lagi dari awal, saya terpaksa merombak sementara jadwal perjalanan agar terlihat lebih lama di Belanda.

Untuk mengantisipasi terjadinya masalah seperti yang saya hadapi di atas, maka disarankan untuk mengajukan visa paling tidak 2-3 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Jangan terlalu mepet karena jika ada masalah, pusing sendiri. Kalau mengajukan jauh-jauh hari dan ternyata ada masalah setidaknya masih ada waktu untuk memperbaiki.

Untuk mengajukan visa ke VFS Belanda harus membuat janji terlebih dahulu. Saya sarankan untuk membuat janji terlebih dahulu baru kemudian menyiapkan berkas, terutama jika berencana pergi ketika musim panas, buatlah janji 3-4 minggu sebelumnya. Karena pembayaran visa dilakukan setelah menyerahkan berkas dan jadwal bisa diganti ataupun dibatalkan, jadi masih aman jika sewaktu-waktu ingin merubah jadwal, asalkan jadwal yang diincar masih ada slot ya.

A. Membuat Janji dengan VFS Global

Untuk membuat janji dengan pihak VFS Global cukup mudah, dapat dilakukan melalui web VFS Global , silahkan dipilih ingin mengajukan melalui kantor VFS Global di kota mana. Agar bisa membuat janji, diharuskan untuk membuat akun terlebih dahulu.

Untitled

Setelah mendapatkan akun dan login, klik menu ‘Schedule Appointment’ untuk bisa membuat janji. Jika belum yakin ingin membuat janji atau merubah janji yang sudah dibuat masih bisa dilakukan dengan mengklik menu yang tersedia di sebelah kiri. Sebelum masuk ke menu tanggal dan jam, akan diminta untuk memasukan data terlebih dahulu. Pilih lokasi VFS yang diinginkan dan juga jenis visa yang diajukan. Setelah itu isilah data aplikan dengan klik ‘Add Applicant’.

Untitled

Untitled

Untitled

Isilah data-data yang dibutuhkan. Sebelum membuat janji, pastikan semua data yang diisi sudah benar sesuai dengan paspor. Kemudian pilihlah tanggal dan jam janji yang diinginkan. Saran saya lebih baik pilih pagi hari karena entah kenapa saya merasa pelayanannya terasa lebih cepat di pagi hari ketimbang siang hari.

Untitled

Setelah sudah memilih tanggal dan jam untuk datang ke VFS, email konfirmasi akan dikirimkan. Jangan lupa untuk mencetak bukti konfirmasi yang diterima melalui email ataupun bisa dicetak melalui akun di web VFS Global karena pada saat pemeriksaan keamanan satpam akan menanyakan bukti konfirmasi ini. Selesai membuat janji, lanjutkan ke tahap mempersiapkan dokumen untuk berperang.

B. Mempersiapkan Dokumen Persyaratan

Untuk dokumen apa saja yang harus disiapkan untuk mengajukan visa Schengen, sebenarnya web VFS Global sudah memberikan daftarnya secara detil. Untuk daftarnya bisa dilihat di sini.

1. Formulir Pengajuan Visa Schengen

Tidak seperti pengajuan visa Inggris yang semuanya serba online, pengajuan visa Schengen masih menggunakan formulir secara manual. Pengisian formulirnya cukup mudah dan simple. Formulir juga bisa diisi langsung lewat PDF. Dapat formulirnya lewat mana? Bisa langsung buka di sini.

2. Paspor

Persyaratan yang mendasar sekali. Pengajuan visa negara manapun pasti mengharuskan untuk menyertakan paspor asli dan fotocopy. Jika sudah pernah melakukan perpanjangan paspor, jangan lupa untuk menyertakan fotocopy paspor yang lama. Sertakan juga fotocopy dari visa yang pernah didapat untuk menunjukan travel history. Masa berlaku paspor harus minimal 3 bulan dari rencana kapan akan meninggalkan wilayah Schengen.

3. Copy KTP, KK, dan Akta Lahir

Pada daftar dokumen persyaratan yang diberikan VFS Global sebenarnya yang dibutuhkan adalah bukti legal bahwa kita boleh tinggal di negara tempat akan mengajukan visa. Untuk warga negara Indonesia, dalam hal ini berarti KTP sudah cukup. Tapi saya juga menyiapkan KK dan akta lahir supaya jika sewaktu-waktu petugas menanyakan itu, dokumen sudah siap. KK dan akta lahir langsung saya sertakan di pengajuan dan memang tidak dikembalikan oleh petugas. Untuk dokumen ini harus disertakan yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Bisa dilihat di sini untuk info dari VFS bahwa dokumen yang tidak dalam bahasa Inggris atau Belanda harus disertakan dengan terjemahan bahasa Inggrisnya. Ribet ya? Kalau diterjemahkan sendiri sih iya. Tapi dengan bantuan jasa penerjemah, masalah ini tidak perlu dibuat pusing.

4. Pas foto

Untuk spesifikasi ukuran foto yang diminta memang agak aneh, yaitu 3.5 x 4.5 cm dengan latar belakang warna putih. Untuk persyaratan tampilan foto bisa dilihat di link berikut ini. Secara keseluruhan sih tidak ada yang menyusahkan, hanya dipastikan kalau wajah terlihat jelas. Kalau tempat foto yang dipilih sudah berpengalaman untuk pas foto visa, biasanya mereka sudah tahu harus membuat seperti apa.

5. Asuransi

Asuransi yang diminta untuk persyaratan pengajuan visa Schengen sebenarnya lebih melihat pada segi untuk mengcover masalah kesehatan selama berada di sana. Namun saat ini sudah banyak perusahaan asuransi yang mengeluarkan produk asuransi khusus untuk perjalanan dimana asuransi tersebut tidak hanya menutupi untuk masalah kesehatan, namun juga menutupi biaya jika terjadi bencana kehilangan barang selama liburan *amit-amit *ketok-ketok meja. Yang perlu diingat ketika memilih asuransi adalah besarnya manfaat yang diperoleh untuk masalah kesehatan. Untuk visa Schengen diwajibkan memiliki asuransi kesehatan yang mencover sebesar minimal EUR 30,000 selama perjalanan kita itu. Perusahaan asuransi seperti AXA, ACA, maupun AIG bisa menjadi pilihan. Kebetulan saya membeli asuransi perjalanan dari ACA karena harga yang ditawarkan memang paling murah daripada perusahaan asuransi lain yang saya lihat, seperti AXA dan AIG *anaknya murahan.

6. Surat Keterangan Kerja / Studi

Jika kamu adalah seorang karyawan atau mahasiswa yang bekerja / sekolah di Indonesia, sertakan surat keterangan kerja / studi dari perusahaan atau sekolah dalam bahasa Inggris. Surat ini diperlukan sebagai jaminan bahwa kita pasti akan kembali ke negara asal, tidak akan menetap ataupun mencari kerja secara ilegal di negara orang. Have no clue what to write? Untuk para karyawan, biasanya HRD sudah tahu apa isi dari surat ini. Tapi kalau masih bingung juga, bisa lihat contohnya di bawah ini.

Surat Keterangan Kerja Schengen

7. Bukti Keuangan

Untuk dokumen bukti keuangan bisa menggunakan surat referensi bank (dalam bahasa Inggris) maupun copy buku tabungan minimal 3 bulan terakhir. Bagi yang sudah bekerja, bisa menyertakan slip gaji, sementara bagi yang memiliki usaha sendiri bisa melampirkan copy ijin usaha yang dimiliki.

Berapa banyak saldo tabungan yang harus disiapkan? Melalui websitenya, Kedutaan Belanda menyarankan untuk menyiapkan EUR 34 per hari. Jadi untuk saldo yang harus disiapkan kalikan saja EUR 34 dengan berapa hari kita akan tinggal di Eropa. Tapi jangan lupa untuk menambahkan biaya transportasi antar kota atau negara jika berencana akan mengunjungi beberapa kota atau negara. Dan jangan menyiapkan dana terlalu mepet karena EUR 34 per hari bukanlan patokan utama, terutama jika akan berkunjung ke beberapa negara karena setiap negara memiliki standar biaya hidup yang berbeda.

8. Print Out Tiket Pesawat, Booking Penginapan, & Jadwal Perjalanan

Dokumen pemesanan pesawat menuju Eropa menjadi dokumen yang wajib dilampirkan. Kalau merasa tidak percaya diri visa akan disetujui atau tidak, bisa melampirkan bukti reservasi saja, tidak harus tiket yang sudah dibayarkan. Petugas pun tidak mempermasalahkan tiket yang keberangkatannya bukan dari Indonesia maupun kembali ke Indonesia. Tiket yang saya lampirkan hanya memperlihatkan keberangkatan dan pulang ke Kuala Lumpur dan tidak ada tiket berangkat dan pulang ke Indonesia.

Dokumen booking penginapan menjadi salah satu persyaratan yang maha penting, terutama jika berencana untuk mengunjungi beberapa negara. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya di atas, pastikan booking penginapan yang dilampirkan memperlihatkan masa tinggal paling lama di negara tempat mengajukan visa Schengen. Jangan mengajukan di Belanda jika terlihat di booking penginapan akan tinggal paling lama di Jerman.

Untuk dokumen jadwal perjalanan sendiri tidak perlu terlalu rinci sampai ke jam berapa, akan ke mana. Cukup perlihatkan garis besarnya saja. Tanggal, kota, dan di mana akan menginap.

C. Mendatangi Kantor VFS Global Sesuai dengan Janji

Setelah semua dokumen sudah siap, saatnya untuk datang ke kantor VFS Global sesuai dengan lokasi, tanggal, dan jam yang telah dipilih. Datanglah tepat waktu. Kalau tiba terlalu cepat, kita baru akan diijinkan masuk minimal 10 menit dari waktu janji. Tapi lebih baik menunggu daripada terlambat bukan?

Karena VFS Global ini adalah joint visa application center, jadi ada beberapa negara berbagi di 1 kantor ini. Untuk VFS Global di Jakarta, Belanda ada di lantai 1 Kuningan City Mall berbagi tempat dengan beberapa negara Eropa lainnya seperti Italia. Satpam akan menanyakan negara mana akan mengajukan visa. Setelah pemeriksaan keamaan selesai dan satpam memastikan handphone yang kita bawa sudah dimatikan, mereka akan memberikan nomor antrian. Setelah mendapat nomor antrian tinggal masuk kemudian berjalan menuju loket tempat visa Belanda. Duduk manis di ruang tunggu sampai nomor antrian dipanggil.

Setelah mendengar nomor antrianmu dipanggil, majulah menuju meja petugas dan serahkan dokumen yang sudah dipersiapkan. Di tahap ini petugas akan memeriksa, membolak-balik dokumen yang diserahkan, memastikan semua persyaratan sudah lengkap. Kalau ada dokumen yang belum lengkap, VFS menyediakan fasilitas fotocopy dan juga print, tapi dengan harga yang mahal. Fotocopy dibandrol Rp. 500 per lembar. Internet dipatok Rp. 11,000 per 15 menit dan print Rp. 2,000 per lembar. Padahal untuk hasil printnya ga bagus-bagus amat 😦

Petugas juga akan menanyakan apakah mau menggunakan layanan email & sms tracking, dengan biaya tambahan Rp. 20,000.  Menurut saya sih layanan tidak perlu karena web VFS Global sendiri menyediakan application tracking dan email yang dikirimkan juga tidak real-time. Pengalaman saya kemarin email saya terima setelah paspor sudah sampai di tangan saya. VFS Global juga menyediakan layanan pengiriman paspor setelah proses visa selesai. Jadi tidak perlu datang ke kantor VFS karena paspor bisa dikirimkan ke alamat yang diinginkan. Untuk yang tidak berdomisili di Jakarta, layanan ini sangat membantu. Biaya tambahan yang saya bayarkan untuk layanan ini adalah Rp. 50,000 untuk pengiriman ke Jogja. Tapi untuk hasil visanya lolos atau tidak, tetap tidak ada informasi. Informasi itu baru bisa diketahui setelah paspor diterima.

Jika aplikasi tidak ada masalah, langkah selanjutnya adalah membayar biaya visa, yaitu EUR 60 atau setara dengan Rp. 840,000 untuk biaya visa dan tambahan Rp. 350,000 untuk biaya VFS Global. Lalu duduk manis lagi di ruang tunggu untuk selanjutnya dipanggil untuk pengambilan data biometrik, yaitu scan sidik jari. Setelah itu? Pulang dan menunggu hasilnya. Untuk berapa lama harus menunggu, rata-rata visa selesai diproses maksimal 15 hari kerja. Tergantung kebaikan hati petugasnya mungkin. Saya sendiri mendapat kabar visa sudah bisa diambil di kantor VFS Jakarta 7 hari kerja setelah pengajuan dan visa sampai di tangan saya 2 hari kerja setelahnya.

Tapi drama pengajuan visa Schengen saya tidak berakhir bahagia ketika paspor sudah saya terima. Tidak..visa saya tidak ditolak. Saya berhasil mendapatkan visa Schengen, hanya saja tanggal valid visa tidak sesuai dengan rencana perjalanan. Tanggal berakhirnya visa lebih cepat 2 hari tanggal kepulangan saya dari Eropa. Apakah saya panik? Tentu saja! Karena saya berpikir ini sudah keputusan final yang kejam dari Kedutaan. Rencana kriminal untuk melakukan overstay sempat terlintas, toh hanya 2 hari. Saya memang tidak bisa berpikir jernih waktu itu karena paspor baru saya terima malam hari, yang berarti tidak bisa bertanya langsung ke Kedutaan. Setelah bertanya kesana kemari jika memang itu adalah keputusan final, hal yang bisa dilakukan hanya merubah jadwal kepulangan menjadi lebih cepat. Jangan mencoba untuk overstay karena resikonya justru tidak diijinkan terbang sama sekali oleh maskapai karena tiket tidak sesuai dengan visa.

Tapi ternyata jalan terang masih terbuka. Keesokan harinya saya menelpon bagian konsuler dan dari pihak Kedutaan meminta saya untuk datang ke Kedutaan. Memang berat, karena ini berarti saya harus kembali lagi ke Jakarta. Tapi sore hari di hari yang sama setelah menelpon kedutaan, saya segera berangkat menuju Jakarta untuk keesokan paginya pergi silaturahmi dengan bagian konsuler Kedutaan.

Setelah menjelaskan kepada pihak konsuler mengenai masalah yang saya alami, jawaban yang saya terima cukup menggantung. Mereka akan menanyakan kepada petugas yang menangani ini untuk mengetahui apakah kesalahan ada di pihak mereka atau ada alasan lain. Saya meninggalkan nomor kontak dan email untuk nantinya mereka dapat memberikan kabar lebih lanjut. Harapan saya sebenarnya adalah bisa mendapatkan kabar di hari yang sama agar saya tidak harus bolak balik Jogja-Jakarta. Tapi mereka tidak bisa memberikan kepastian kapan bisa menghubungi saya *berjalan keluar dari Kedutaan dengan langkah gontai*

Saya menunggu sampai sore hari dan masih belum ada kabar dari Kedutaan, akhirnya saya terpaksa kembali lagi ke Jogja dulu. Kabar dari Kedutaan baru saya terima 2 hari setelahnya. Jadilah saya harus menembus rute Jogja-Jakarta lagi untuk mengambil paspor yang ditahan di Kedutaan. Apakah drama ini berakhir dengan bahagia? Iyes! Visa saya direvisi pihak kedutaan sesuai dengan jadwal perjalanan. Multiple visa dengan masa validitas visa selama 1.5 bulan dengan masa tinggal 30 hari. Sama dengan visa yang salah sebelumnya, hanya berubah untuk tanggal validitasnya saja.

Entah faktor apa yang membuat pihak Kedutaan Belanda saat ini menjadi agak ‘pelit’ dalam urusan pemberian validitas dan masa tinggal visa turis. Apakah karena banyaknya tragedi teror dan kriminalitas akhir-akhir ini? Entahlah. Karena sepengetahuan saya Belanda menjadi tempat favorit orang Indonesia untuk mengajukan visa Schengen karena proses yang tidak rumit dan hasil visa yang memuaskan. Tanggal validitas dan masa tinggal yang panjang, serta peluang untuk mendapatkan visa multiple pun lebih besar daripada mengajukan di negara lain.

Biarkanlah faktor apa yang menjadi pertimbangan pihak Kedutaan itu menjadi misteri. Yang saya lihat adalah visa Schengen sudah tertempel manis di paspor dengan tanggal yang sudah sesuai. Saya juga tidak kapok kalau masih diberi rejeki suatu hari bisa ke Eropa lagi dan berarti harus kembali mengajukan visa Schengen.

Europe…I’m coming~~~~!!

Advertisements

35 thoughts on “Mengurus Visa Schengen Belanda via VFS Global

    1. halo mbak Azka, kebetulan karena sebelumnya saya mengurus visa UK yang diwajibkan pakai jasa sworn translator, jadi KTP dan KK untuk visa Schengennya pun pakai sworn translator

  1. Hi Mba. Saya suka baca blognya mba
    Btw saya mau tanya, apakah kita harus serahkan bukti2 transportasi yg akan kita gunakan disana mba?? Atau hanya bukti pemesanan hotel saja?
    Terima kasih

    1. Halo juga. Makasih udah mampir 🙂 Bookingan hotel aja udah cukup kok, ga perlu menyertakan bukti udah beli tiket buat transport semisal mau pindah2 kota / negara selama di sana. Lebih baik menyertakan itinerary juga supaya lebih meyakinkan.

      1. Terima kasih mba jawabannya.
        Mba rina saya mau tanya lagi nih. Saya akan berangkat dari singapore. Apakah saya hrus melampirkan tiket cgk – singapore juga mba?
        Terima kasih Mba

      2. Kalo pengalaman saya kemarin sih petugas ga nanya ga melampirkan tiket dari atopun balik ke indonya. Kemarin saya cuma melampirkan tiket dari KL dan saya masuk ke belgia dari london ga ditanya tiket transport dari london juga

    1. Karena saya ga ada pengalaman buat akun gagal, jadi ga bisa jawab kenapa. Kemarin2 urusannya paling di salah password aja pas login dan biasanya standar aja kalo gagal ada muncul message errornya di mana. Dicoba lagi aja, siapa tau di percobaan berikutnya bisa. Good luck!

  2. Halo Mbak Rina,
    Makasih banyak atas sharenya ya..
    Saya mau nanya dong mbak, ini pertama kali saya urus visa lewat VFS, krn sblmnya langsung dtg ke Kedutaan Belanda (2015). Pertanyaan saya adalah :

    1. Rencana saya mau ke Belgia, trs pas di pilihan “Visa Category” saya pilih apa ya mbak? “Belgium 1” bukan?

    2. Yang mau pergi adalah orang tua saya, saat di VFS nanti interview menggunakan bhs apa ya mbak? Krn orang tua saya ga bisa bhs Inggris/Belanda/Perancis. Apakah saya boleh menemani mereka dan membantu menjawab saat interview? Beberapa info yang saya dapat ada yg blg interview pk bhs Inggris, ada jg yang pk bhs Indonesia. CMIIW

    Terima kasih sebelumnya.

    Alam S Wibowo

    1. Makasih udah mampir. Saya coba jawab sepengetahuan saya ya
      1. Saya justru kurang paham untuk kategori visa belgium 1 dan luxemburg 1. Kemarin saya langsung pilih untuk kategori visa turis karena tujuannya memang liburan ke beberapa negara schengen, termasuk belgia

      2. Pengalaman saya apply di VFS kemarin, agustus 2016, baik untuk belanda ataupun inggris, sama sekali tidak ada interview. Prosesnya hanya menyerahkan berkas, lalu petugas memeriksa, baik itu kelengkapan maupun isi tulisan dari dokumennya, misalnya dokumen sudah diterjemahkan ke bahasa inggris atau belum, tanggal di booking an hotel. Kalaupun ada pertanyaan dari petugas, semua dalam bahasa indonesia. Pas proses pengambilan data biometrik, juga tidak ada interview. Kalau boleh menemani atau tidaknya, semisal mas tidak ikut apply visa juga, mungkin bisa coba tanya ke satpam ketika security check, apa boleh ikut menemani orang tua ke dalam. Tapi kalau mas juga ada kebutuhan apply, kayaknya ga ada masalah kalo ikut menemani pas pemeriksaan dokumen karena ruangannya terbuka kayak loket teller bank..hehe..

      Semoga jawaban seaadanya ini bisa membantu. Good luck!

  3. halo kak mau tny saya sebelumnya apply via kedutaan sekarang kan lewat vfs utk surat keterangan mahasiswa sperti di contoh yg harus saya sebutkan konsulat di KL apa vfs?

    1. Maksudnya konsulat di KL itu gimana ya? Kalau saya kemarin surat keterangan kerjanya ditujukan ke vfs lalu dibawahnya ditambahkan visa section of netherland embassy jakarta

  4. Maaf mau bertanya, 1. kemarin beli asuransinya sendiri ya sebelum apply ya? prosedurnya bagaimana? dan 2. Apa bedanya visa toorist dan visa visiting family? keb saya akan mengunjungin adik sekalian jalan-jalan… 3. apakah diperlukan surat sponsor di Belandanya?

    1. 1. iya, asuransi beli sendiri sebelum apply. kemarin saya pake asuransi dari ACA, jadi prosedurnya datang ke kantornya. biasanya sih pihak asuransi udah ngerti travel insurance mana yang harus dipilih semisal kita bilang mau ke eropa

      2. bedanya sepertinya ada di dokumen persyaratan, kalo turis tidak butuh surat sponsor, lalu surat yg menyatakan kalo sponsor di sana yang menanggung. kalopun apply visa turis tapi di sana ketemu ma keluarga juga sepertinya ga masalah

    1. Iya, semua dokumen yang belum berbahasa inggris kyak ktp, kk gitu harus melampirkan terjemahan bahasa inggrisnya.
      Kalo ga salah inget sih ada tempat foto di sana, tapi kyaknya mahal krn sempet fotocopy di sana per lembarnya kena rp 500.
      Saya domisili di jogja, di duta foto. Kalo tempat foto gede sih biasanya udah tau spesifikasi foto buat visa, tinggal kasih tau aja negara mana. Di webnya vfs juga share info fotonya harus ukuran berapa.
      Hope it helps ya.

    1. Klo jasa penerjemah di vfs nya, kemarin ga gitu merhatiin sih. Tapi klo di web nya disebutin, seharusnya ya ada.
      Ga disebut harus diterjemahin ma sworn translator, cuma disebut authorized translation. Kalo mau main aman mending dikasih ke ahlinya aja..hehe..

  5. Hai Mba Rina,
    Saya dapat case yang sama nih dengan period stay yg didapatkan itu 30hari padahal rencana dan tiket PP saya semua 34 hari.
    Boleh share untuk kontak yang bisa dihubungi untuk ke embassynya?
    Lalu saat datang ke kedutaan kembali untuk revisi apakah ada biaya lagi?

    Terima kasih ya Mbak 🙂

    1. Hi mbak Meilia. Kalo kemarin saya bermasalah di tanggal validitas visanya yang berakhir lebih cepat dari jadwal kepulangan, sementara untuk durasi tinggal yang 30 hari masih sesuai dengan itinerary.
      Bisa kontak ke bagian konsuler kedutaannya, tapi itu juga nggak terlalu bantu kalo telpon dulu karena responnya hanya diminta langsung datang saja ke kedutaan. Lebih baik dokumen seperti tiket dibawa juga karena kemarin ketika menjelaskan masalahnya saya diminta menunjukan tiketnya.
      Untuk revisi tidak ada biaya lagi kok.
      Hope it helps ya.

  6. Halo Kak, aku juga kuliah jogja dan rencana summer course di Utrecht University, Belanda 2 minggu, dan 2 minggu lainnya saya stay 4 hari di Jerman di rumah host family aku jaman ikut exchange student 2015, dan seminggu lebih di rumah om yang masih keluarga jauh dan tinggal di Brunssum, Belanda. Nah kak aku kan ambil visa short study, nah aku appointment tgl 26 mei untuk keberangkatan ke Belanda tanggal 28 Juni dan kepulangan 28 Juli. Nah yang aku tanyakan apakah cukup dengan waktu segitu ? Boleh saya minta dirincikan urutan dokumen yang diperlukan ? Nah yang saya bingung, adalah rekening koran, saya kan baru buat rekening mandiri aja baru punya mei, saldo nya pun cuman 8 jt. Nah bagaimana kalo di formulir visa schengen saya ada sponsor yaitu Kakek saya? Berarti rekening koran punya kakek kan ya ? Terus karena saya tinggal di tempat saudara dan orang yang dikenal, biar lebih irit, apakah saya harus dapat surat undangan dan scan paspor dari pihak keluarga saya dan host family jerman saya ? Mohon di balas ya kak. Kalo bisa email ke saya, justru saya syukur sekali. Hehehe

  7. Your comment is awaiting moderation.

    Halo Kak, aku juga kuliah jogja dan rencana summer course di Utrecht University, Belanda 2 minggu, dan 2 minggu lainnya saya stay 4 hari di Jerman di rumah host family aku jaman ikut exchange student 2015, dan seminggu lebih di rumah om yang masih keluarga jauh dan tinggal di Brunssum, Belanda. Nah kak aku kan ambil visa short study, nah aku appointment tgl 26 mei untuk keberangkatan ke Belanda tanggal 28 Juni dan kepulangan 28 Juli. Nah yang aku tanyakan apakah cukup dengan waktu segitu ? Boleh saya minta dirincikan urutan dokumen yang diperlukan ? Nah yang saya bingung, adalah rekening koran, saya kan baru buat rekening mandiri aja baru punya mei, saldo nya pun cuman 8 jt. Nah bagaimana kalo di formulir visa schengen saya ada sponsor yaitu Kakek saya? Berarti rekening koran punya kakek kan ya ? Terus karena saya tinggal di tempat saudara dan orang yang dikenal, biar lebih irit, apakah saya harus dapat surat undangan dan scan paspor dari pihak keluarga saya dan host family jerman saya ? Mohon di balas ya kak. Kalo bisa email ke saya, justru saya syukur sekali. Hehehe ke syifa.sk@gmail.com

    1. Klo visa study saya sendiri nggak paham untuk persyaratannya apa aja dan prosesnya waktu berapa lama karena memang belum pernah apply visa lain selain untuk tujuan liburan, negara manapun. Jadi saya nggak bisa jawab apa cukup waktu antara appointment dan keberangkatan buat case visa study. Tapi klo casenya liburan sih agak mepet emang karena udah masuk peak season.
      Kalo pake rekening koran orang lain, lampirkan juga dokumen yang memperkuat hubungan apa yang kamu punya sama orang tsb. Kalo keluarga, pake KK misalnya.
      Buat case yang tinggal ma keluarga itu, daripada rebek ngurusin dokumen dari pihak host di sana, saran saya sih buat aja booking penginapan yang bisa free cancelation. Mau tinggal di mana juga, selama itu jelas, kalo petugas kedutaan ngitungnya ngerasa saldo di rekening yang kamu lampirkan itu cukup ya kyaknya nggak masalah. Kalo visanya udah jadi, baru deh cancel bookingan penginapannya.

  8. Hallo mba Rina, saya ada pertanyaan mengenai bank statement. Rencana istri dan anak saya (umur 3 bulan) akan berkunjung ke Belanda dan sekitarnya dalam rangka berlibur selama kurang lebih 30 hari. Untuk biaya 35 euro/hari apakah sudah termasuk akomodasi atau belum? Jadi 35 EUR x 2 (istri+anak) x 30 hari = 2100 EUR. Karena penginapan selama 1 bulan adalah sekitar 2500 EUR (liat2 di booking dot com yang bisa dicancel), apakah kita harus memiliki total minimal sekitar 4600 EUR = 67 jt IDR dalam tabungan. Atau kita cukup punya minimal sekitar 2100 EUR = 30 jt IDR tabungan Indonesia. Terima kasih

    1. Tambahan pertanyaan: untuk istri dan anak apakah perlu mengisi 2 formulir pendaftaran visa schengen atau 1 saja cukup (karena anak masih minor)?

      1. Halo mas Adhi, buat masalah berapa saldo yang dipersiapkan, ukuran EUR 35 adalah angka minimal saran dari pihak kedutaan di web mereka dan sebenarnya ga bisa dijadiin patokan banget karena itu angka minimal dan dikembalikan lagi ke pribadi masing2 krn gaya traveling dan kebutuhan setiap orang berbeda2. Pergi sendiri ato rame2, bawa anak kecil atau tidak, berpengaruh. Kalo saya pribadi sih EUR 35 udah termasuk akomodasi karena tinggalnya di hostel yang rata2 harga per malamnya ga lebih dari EUR 27.
        Buat masalah formulirnya, saya kurang paham karena belum pernah apply untuk anak kecil, tapi logikanya kalau paspornya aja sendiri harusnya sih formulirnya pun sendiri. Semoga bisa membantu dan good luck!

  9. halo mbk saya mau tanya, kalo di itenary saya 10 malam di belanda, 10 malam di perancis dan terakhir sblm pulang ke indo tmbh 1 malam di belanda lg bs gk ya ngurusnya di kedutaan belanda?

    1. Harusnya bisa, krn terlihat lebih lama di belanda daripada perancis. Selama booking an penginapannya keliatan lebih lama di belanda. Kalo pengalaman saya kemarin gitu, petugas liat booking penginapan saya.

  10. permisi mba, saya mau urus visa schengen yang via undangan… tapi jujur saya agak sedikit bingung. bisa minta bantuannya gak mba. atau saya bisa kontak personal dengan mba?

    1. Kalo kemarin saya download sih bisa diisi langsung lewat pdf. Tapi ga masalah juga kalo pake tulis tangan, yang penting jelas.

    1. Vfs global ada nomor kontak yang bisa dihubungi, bisa cek di web nya vfs langsung. Kalo kemarin saya diinfokan via email. Dan kalo ga salah di web vfs juga ada fasilitas tracking prosesnya udah sampai mana. Tapi hanya sebatas visa udah selesai diproses atau belum saja, tidak ada info visa approve atau tidak. Kalau visa approve atau tidaknya tetap cuma bisa diketahui pas paspor udah ditangan dan lihat langsung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s