Transportasi di Eropa: Menggunakan Eurail Pass atau Beli Ketengan?

Perjalanan saya ke Eropa sudah terjadi 3 bulan yang lalu dan post ini baru diselesaikan sekarang *terlalu! Sebenarnya tulisan ini sudah mengendap di draft sejak November 2016 dan salahkan kemalasan ini, jadi ya gitu deh, sampai tahun berganti baru disentuh lagi buat diselesaiin. Demi memenuhi janji kalau akan bikin posting tentang transportasi di Eropa, jadi mari kita selesaikan tulisan ini! *gulung lengan baju.

Seperti newbie pada umumnya, saya yang baru pertama kali ke Eropa (dan semoga bukan menjadi yang terakhir kali) awalnya juga bingung harus mulai dari mana untuk masalah transportasi di Eropa ini. Naik apa, beli tiketnya gimana, harganya berapa. Hal pertama yang saya lakukan, yang sebenarnya juga diimplementasikan ketika traveling ke tempat lain, adalah googling dengan kata kunci ‘transportation from xxxx to xxxx’. Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan ‘transportasi apa saja yang bisa digunakan untuk menuju kota xxx?’. Kemudian dari situ saya mengacu pada 2 website, Rome2Rio dan GoEuro, untuk menentukan jenis transportasi apa yang akan saya pilih. Dua website ini akan memberikan informasi waktu tempuh dan juga biaya untuk opsi pesawat, kereta api, dan bis. Selain 2 website tadi, saya juga berkiblat kepada Seat61. Website yang satu ini khusus membahas tentang kereta api. Menurut saya level informasi yang ada di Seat61 ini adalah tingkat dewa. Semua info tentang kereta api di seluruh dunia bisa ditemukan di sini, mulai dari harga, beli di website mana, waktu yang tepat untuk booking, semuanya lengkap!

Dengan dana terbatas, saya harus putar otak secara ekstra untuk memilih transportasi. Pesawat tentu tidak saya masukan ke dalam opsi karena selain mahal, lokasi bandara juga mayoritas berada jauh dari pusat kota sehingga ada ekstra dana lagi yang harus dikeluarkan untuk transportasi dari kota menuju bandara. Belum lagi waktu check-in yang mengharuskan datang ke bandara lebih cepat. Paling tidak harus berangkat ke bandara 3-4 jam sebelum waktu keberangkatan. Kecuali rutenya jauh pake banget atau terpisah oleh laut seperti London – Athena, tentu saya akan lebih memilih naik kereta atau bis untuk urusan pindah kota / negara di Eropa.

Eurail Pass

Saat menyusun jadwal perjalanan di Eropa, mau tidak mau saya harus mempelajari jenis transportasi yang akan digunakan, baik itu antar kota 1 negara ataupun antar kota beda negara. Selain jenis transportasi, saya juga mencari tahu beberapa jenis pass. Enaknya jalan-jalan ke negara maju salah satunya memang adanya penawaran berbagai jenis pass untuk mempermudah (dan juga menghemat pengeluaran) bagi para wisatawan asing. Eropa seperti layaknya Jepang dengan JR pass nya, juga memiliki berbagai pilihan transportation pass untuk digunakan. Untuk moda kereta api ada Eurail Pass, sedangkan untuk bis bisa menggunakan Eurolines Pass. Tapi walaupun Inggris masuk ke dalam kawasan benua Eropa, Eurail Pass memang bisa digunakan di Irlandia tapi tidak bisa digunakan di Inggris. Inggris memiliki pass sendiri untuk jaringan kereta api mereka, yaitu Britrail Pass.

Disini saya tidak akan bercerita tentang Eurolines Pass karena memilih tidak banyak menggunakan bis jadi saya tidak mencari tahu lebih detail mengenai Eurolines Pass. Britrail Pass juga tidak saya cari infonya secara detil karena ketika melihat pilihan pass yang ditawarkan dan mencocokan dengan jadwal yang saya susun, pass ini sama sekali tidak cocok untuk perjalanan saya. Untuk menentukan apakah perlu atau tidak membeli Britrail Pass dan memilih pass mana yang cocok untuk digunakan, berpatokanlah pada peta ini dan sesuaikan dengan kota tujuan.

Pass yang akan saya bahas adalah Eurail Pass karena saya memutuskan banyak menggunakan kereta api jadi sempat melirik pass ini. Menggunakan Eurail Pass memang terlihat lebih praktis karena dengan 1x beli kita sudah tidak direpotkan dengan mengeluarkan uang lagi untuk membeli tiket, tinggal melakukan pemesanan sebelum berangkat. Eittss…tapi tunggu dulu, kawan. Penggunaan Eurail Pass tidak sesimple yang dibayangkan. Karena Eurail Pass ini harganya tidak main-main mahalnya, jadi lakukan riset dan perhitungan yang jeli sebelum memutuskan untuk membeli.

  • Jika jadwal perjalanan sudah fix, buatlah perhitungan dengan melihat harga tiket kereta jika dibeli secara eceran untuk kemudian dibandingkan dengan harga pass yang sesuai dengan jadwal perjalanan.

untitled

  • Perhatikan kereta mana saja yang memiliki biaya reservasi. Untuk kereta cepat seperti Thallys dan juga kereta malam, memerlukan biaya reservasi yang dibayarkan di luar dari harga Eurail Pass. Untuk mengetahui apakah kereta yang diinginkan memerlukan reservasi atau tidak bisa dicek di Eurail Timetable. Untuk kereta yang biaya reservasinya bersifat opsional berarti boleh melakukan reservasi tempat duduk atau tidak. Biasanya kereta ini tidak penuh, jadi kalau ada tempat duduk kosong, silahkan untuk ditempati. Tapi resikonya jika kereta penuh, maka sepanjang perjalanan harus rela berdiri. Camkan itu, berdiri. Jadi kalau memutuskan untuk berkunjung ke Eropa di peak season seperti summer, di mana berbagai kota mainstream di Eropa akan penuh layaknya Malioboro di waktu long weekend, amannya ambil reservasi tempat duduk, terutama untuk perjalanan dengan waktu tempuh yang lama. Sebenarnya cukup mudah untuk mengidentifikasi ketika berada di kereta apakah tempat duduk sudah dipesan atau belum. Cukup melihat layar kecil yang berada di atas kursi atau untuk kereta yang saya temui di Inggris, mereka menyelipkan kertas di atas sandaran kursi untuk tempat duduk yang sudah dipesan.

untitled-9

Setelah menghitung biaya dan akhirnya ketok palu ingin membeli Eurail Pass ketimbang beli tiket secara ketengan, maka ada 3 hal yang perlu dipertimbangkan untuk memilih pass yang tepat.

1. Jumlah Negara

Ada 3 jenis Eurail Pass yang bisa dipilih:

  • Global Pass (mencakup 28 negara)
  • Select Pass (memilih 2, 3, atau 4 negara yang berbatasan)
  • One Country Pass (mencakup 1 negara pilihan)

2. Jangka Waktu dan Frekuensi Penggunaan

Setelah sudah menentukan pass mana yang cocok berdasarkan jumlah negara yang dikunjungi, hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah jangka waktu serta frekuensi penggunaan kereta api. Eurail Pass memiliki pilihan masa berlaku yang bervariasi serta dibedakan menjadi 2 frekuensi penggunaan, yaitu penggunaan secara terus menerus dengan jangka waktu tertentu (continuous) atau penggunaan berdasarkan jumlah hari selama jangka waktu tertentu (flexi pass).

Jika jadwal perjalanan yang ditentukan memiliki jadwal untuk naik kereta secara terus menerus atau bahkan setiap hari pindah kota pindah negara, maka Eurail Pass continuous bisa menjadi pilihan pas. Tapi kalau tidak setiap hari menggunakan kereta api maka bisa memilih Eurail Pass dengan sistem berdasarkan jumlah hari dalam jangka waktu tertentu (flexi pass). Tapi pilihan continuous hanya berlaku untuk Global Pass, sementara Select Pass dan One Country Pass hanya memiliki pilihan flexi pass.

3. Umur

Berbahagialah wahai manusia yang berencana untuk pergi ke Eropa dan berumur kurang dari 28 tahun. Eurail Pass menawarkan harga yang lebih murah bagi kawula muda ini. Selain harga yang lebih murah, untuk kategori Youth ini juga diberikan pilihan untuk bisa memilih harga untuk kereta kelas 2, yang berarti harganya akan lebih murah lagi. Sementara untuk kategori adult (umur 28 tahun ke atas) pilihannya hanya untuk kelas 1. Entah si Eurail ini menganggap kalau umur 28 tahun ke atas itu sudah tua renta jadi membutuhkan kenyamanan lebih karena takut pinggang encok kalau duduk di kereta kelas 2 atau gimana jadi yang disediakan hanya kereta kelas 1.

Sebenarnya kategori Adult untuk 28 tahun ke atas juga sudah dimodifikasi karena sampai tahun 2016 kemarin kategori Adult justru untuk umur 26 tahun ke atas. Mungkin ada penumpang umur 28 tahun ke atas yang protes kalau ada penumpang berumur 26 dan 27 tahun yang kelakuannya masih seperti anak umur 12 tahun jadi merasa umur 26 dan 27 tahun tidak layak masuk kategori dewasa. Entahlah.

Kalau sudah mantap memilih pass mana yang ingin dibeli, pertanyaan selanjutnya adalah: belinya di mana? Sebenarnya saya tidak mencari tahu dengan detil untuk cara membeli Eurail Pass karena memang saya tidak membelinya. Jadi saya hanya akan membagi informasi yang saya dapat saja.

  1. Membeli secara online di website Eurail. Tapi untuk passnya sendiri tidak bisa berbentuk tiket yang bisa kamu print lewat file pdf seperti layaknya tiket pesawat. Pass akan dikirimkan secara fisik ke alamat yang akan dicantumkan. Biaya kirimnya mahal dong. Jelas mahal kalau masih berada di Indonesia dan minta dikirimkan ke Indonesia. Opsi ini bisa dilakukan jika tiba-tiba ingin menggunakan Eurail Pass padahal sudah berada di Eropa karena bisa meminta untuk dikirimkan ke tempat menginap di Eropa
  2. Membeli langsung di stasiun kereta di Eropa. Tidak seperti JR Pass nya Jepang yang harus dibeli sebelum menginjak Jepang, Eurail Pass ini bisa dibeli on the spot di stasiun kereta di Eropa. Tapi harganya akan lebih mahal daripada membeli secara online dan tidak semua pass tersedia. Pass mana saja yang bisa dibeli di stasiun bisa dilihat di sini.
  3. Membeli di perwakilan resmi Eurail di Indonesia. Jika ingin membeli Eurail Pass sebelum berangkat, Eurail Pass bisa didapatkan melalui kantor perwakilan resmi Eurail di Indonesia. Tapi lokasi kantornya hanya ada di Jakarta dan Surabaya. Kalau berada di luar Jakarta dan Surabaya bisa juga membeli secara online. Untuk info lebih lanjut bisa dilihat di web mereka, eurobytrain.

Setelah pass dibeli dan sudah diterima, jangan lupa untuk mengaktifkan passnya terlebih dahulu sebelum digunakan. Aktifkan pass di stasiun kereta di Eropa di mana saja. Pass akan mulai dihitung masa aktifnya setelah diaktifkan. Jadi jangan diaktifkan jika belum memulai perjalanan. Misalnya, sebenarnya baru akan melakukan perjalanan menggunakan kereta 2 hari setelah mendarat di Eropa. Lebih baik Eurail pass diaktifkan di hari H akan memulai perjalanan tersebut, jangan langsung diaktifkan begitu mendarat di Eropa. Ingat, Eurail pass berlaku berdasarkan jumlah hari yang dipilih.

Karena Eurail pass berlaku berdasarkan jumlah hari, jadi penting untuk menuliskan travel report yang terdiri dari travel calendar dan travel diary yang ada di pass yang kamu miliki. Travel report ini harus diisi sebelum naik kereta. Travel calendar adalah laporan yang harus diisi tanggal berapa saja menggunakan pass.

untitled
Travel Calendar

Sementara travel diary adalah bagian dari Eurail pass dimana harus mengisi secara detil untuk kereta yang digunakan. Travel diary ini juga wajib diisi sebelum naik kereta.

untitled-8
Travel Diary

Membeli Tiket Secara Eceran

Bagi yang memilih untuk tidak membeli Eurail Pass, seperti yang akhirnya saya lakukan di trip kemarin, maka pilihannya adalah membeli tiket secara eceran atau point-to-point. Pertanyaan mendasar: belinya di mana? Untuk yang sudah pernah baca web seat61.com yang saya sebutkan sebelumnya mungkin sudah cukup tahu bisa beli di mana. Buat yang belum tahu, saya kasih info deh. Baik hati kan saya~~ *ujung-ujungnya narsis.

Untuk beli tiket kereta secara eceran ini sebenarnya bisa secara online ataupun bagi yang suka sistem go show bisa beli langsung di stasiun kereta ketika sudah berada di Eropa. Tapi alangkah baiknya kalau membeli jauh hari karena harganya pasti jauh lebih murah. Kecuali untuk kereta api jarak dekat untuk day trip seperti Brussels – Ghent bisa saja tidak perlu membeli jauh-jauh hari atau langsung pada hari H di stasiun.

img_20161021_131627
Salah satu sudut di Wien Hbf

Untuk beli secara online bisa menggunakan website yang bisa digunakan untuk membeli tiket kereta negara manapun, seperti loco2, raileurope, atau eurobytrain. Tapi bagi yang senang melakukan perbandingan, bisa mencoba cara yang saya gunakan kemarin yaitu membandingkan dan membeli di website kereta negara asal atau tujuan. Harga yang ditawarkan bisa jadi berbeda antara 1 web dengan lainnya. Walaupun sebenarnya harga yang ditawarkan rata-rata sama, tapi tidak ada salahnya mencoba. Seperti yang saya temukan ketika mencari untuk rute Praha ke Vienna. Harga yang dipatok Czech Railways lebih murah daripada OBB. Kalau kereta domestik tinggal mencari di web kereta negara tersebut. Gampang bukan?

Berikut contekan web kereta dari beberapa negara yang saya kunjungi kemarin:

Sudah tahu beli tiketnya di mana, sekarang lanjut ke pertanyaan ‘cara belinya gimana?’ Sama seperti membeli tiket kereta di Indonesia, tinggal ikuti langkahnya saja: cari jadwal –> pilih jadwal yang diinginkan –> isi data pribadi penumpang –> lakukan pembayaran. Yang membedakan hanya pembayaran tidak bisa dilakukan melalui Indomaret. Karena ini transaksi beda negara, jadi memang diwajibkan untuk menggunakan kartu kredit. Tiket bisa langsung diprint sebelum berangkat.

‘Kalo ga punya kartu kredit gimana dong, sis?’ Mayoritas web tidak mewajibkan kartu kredit yang digunakan adalah milik sendiri, tapi kemarin waktu saya melakukan booking di web Deutsche Bahn (DB) kartu kredit digunakan sebagai alat identifikasi penumpang yang berarti kartu kredit asli harus ditunjukan kepada petugas ketika tiket diperiksa. Sebenarnya ada pilihan lain untuk alat identifikasi, tapi kemarin waktu saya memilih identity card, opsi itu ditujukan untuk EU citizen saja. Namun ternyata kenyataan di lapangan berbeda, kemarin saya sekalipun tidak diminta untuk menunjukan kartu kredit untuk tiket yang saya beli melalui web DB. Kalau tidak punya kartu kredit sendiri dan melakukan pembayaran dengan kartu kredit orang lain, bisa cari web yang tidak mewajibkan untuk menunjukan kartu kredit asli sebagai alat identifikasi. Atau bisa menggunakan pilihan pembayaran PayPal.

Untuk web National Rail milik Inggris, web ini tidak digunakan untuk melakukan pembelian tiket, hanya sebagai rujukan awal. Setelah memilih jadwal yang diinginkan, web ini akan mengarahkan kamu ke web dari kereta yang dipilih dan proses pemesanan dilakukan di web masing-masing perusahaan kereta yang dipilih karena di Inggris ada beberapa perusahaan kereta yang beroperasi, di trip kemarin saya menggunakan Virgin Train, Great Western, TransPennine, dan Cross Country.

Sebelumnya saya sempat menyebutkan kalau saya juga sempat menggunakan bis untuk transportasi antar kota di Eropa, lebih tepatnya di Inggris. Jadi saya juga akan berbagi informasi sedikit mengenai bis. Rute dan bis yang saya gunakan adalah:

Bis dengan jaringan terluas dipegang oleh Eurolines, yakni jaringan kerjasama 29 perusahaan bis yang mencakup wilayah Eropa dan Maroko. Setiap negara dioperasikan oleh perusahaan yang berbeda, seperti National Express untuk Inggris. Bis dengan jaringan luas lainnya adalah Megabus yang juga bekerja sama dengan FlixBus.

img_20161002_220237
Bagian dalam sleeper bus Megabus Gold yang cukup menyiksa

Harga yang ditawarkan oleh bis sebenarnya bukan main murahnya kalau kita sudah membeli jauh-jauh hari. Biasanya Megabus yang memiliki harga murah ini jika kamu membeli beberapa minggu sebelum keberangkatan. Harga gila sampai dengan £ 3 bukan hal mustahil yang bisa kamu dapatkan. Rute seperti London – Edinburgh yang memakan waktu 8 jam perjalanan bisa ditebus dengan harga £ 3 atau setara dengan Rp. 70,000-an saja. Kereta ekonomi AC non subsidi Jogja – Jakarta saja lebih mahal dari itu.

Untuk cara belinya di mana dan bagaimana sama saja dengan kereta. Masuk ke web bis yang diinginkan –> cari rute dan jadwal –> masukan data pribadi penumpang –> lakukan pembayaran. Konfirmasi akan langsung didapat via email dan tiket bisa langsung diprint.

Jadi sudah memutuskan ingin menggunakan transportasi apa untuk pindah kota / negara di Eropa? Menggunakan pass atau secara ketengan? Mudah-mudahan post ini bisa membantu. Selamat menjelajah Eropa!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s