Rekomendasi Akomodasi (Part 4)

Mari melanjutkan postingan Rekomendasi Akomodasi the series. Mumpung masih semangat *tapi justru berakhir dengan tulisan ini mengendap lagi di draft selama beberapa minggu*. Kalau ada rencana liburan ke Bath, London, dan Brussels tapi masih belum menentukan mau menginap di mana, yuk mari merapat. Siapa tahu tempat menginap saya kemarin bisa jadi pertimbangan sebagai salah satu opsi.

St Christopher’s Inn (Bath, Inggris)

Lokasi ( 9 Green Street, Bath, BA1 2JY, United Kingdom )

Tidak banyak hostel murah dengan review dan fasilitas baik bisa didapat di Bath dan salah satu opsinya adalah St Christopher’s Inn ini. St Christopher’s Inn adalah brand hostel yang memiliki beberapa cabang baik di Inggris maupun di beberapa tempat di negara dataran Eropa lainnya, seperti Amsterdam, Berlin, Paris, dan Copenhagen. Lokasi St Christopher’s Inn Bath ini cukup dekat dengan stasiun kereta api. Karena Bath adalah kota kecil jadi kalau ditanya apakah lokasinya dekat dengan tempat wisata mainstream di Bath, well..jawabannya pasti iya. Kecuali kamu mau mengunjungi University of Bath, maka bisa saya katakan kalau jarak antara St Christopher’s Inn dengan salah satu universitas terbaik di Inggris ini cukup jauh. Untuk lokasi bisa dilihat di web St Christopher’s Inn Bath.

Peringatan bagi yang mencari penginapan untuk liburan bersama keluarga, atau kamu yang hanya bisa tidur dengan suasana yang benar-benar tenang, atau yang sangat menjunjung tinggi nilai agama, maka saya tidak merekomendasikan untuk memilih St Christopher’s Inn Bath karena selain peraturan yang tidak menerima tamu anak-anak berusia di bawah 18 tahun, hostel ini berada menempel dengan bar. Bahkan resepsionisnya pun berada di dalam bar. St Christopher’s Inn Bath tepat berada di atas bar Belushi’s sehingga di malam hari kamu akan mendengar suara musik dan orang mengobrol dari bar yang ada di bawah. Annoying? Iya sih~~ Tapi hostel ini menyediakan ear plug gratis di resepsionis agar kamu bisa tidur (sedikit) lebih nyenyak.

Kamar & Fasilitas

Tipe kamar yang bisa dipilih di St Christopher’s Inn Bath adalah private room untuk kapasitas 2 orang, baik dengan tempat tidur model bunk bed atau double bed, kemudian dormitory room dengan pilihan mixed dan female dormitory. Untuk female dormitory berkapasitas 6 tempat tidur, sementara mixed dormitory berkapasitas 6 dan 12 orang. Kemarin saya menginap di mixed dormitory room untuk 12 orang dengan harga £ 16.74 per tempat tidur per malam.

Tidak ada free breakfast di sini, seperti mayoritas hostel di Eropa pada umumnya, sarapan tersedia dengan biaya. Tapi kamu bisa mendapatkan fasilitas free breakfast kalau melakukan reservasi langsung melalui web St Christopher’s Inn. Sesuai dengan harganya yang termasuk murah, fasilitas yang disediakan memang standar namun masih layak dan yang terpenting adalah bersih. Walaupun kelihatannya seperti party hostel, tapi jangan bayangkan seperti hostel atau motel murahan yang terlihat di film. Tidak ada botol bekas minuman berserakan sepanjang koridor kok. Bahkan common roomnya tetap bersih walaupun terlihat tempat sampah penuh dengan tempat makan dan minum seperti dipakai semalam suntuk.

Tidak ada dapur yang bisa digunakan kalau kamu berpikiran ingin memasak Indomie di kala lapar melanda tengah malam. Yang tersedia hanya microwave saja. Jadi kalau tidak mau makan di restoran, bisa beli makanan siap saji di Tesco dan tinggal dihangatkan di microwave. Kalau kamu datang sebelum waktu check in, koper bisa dititipkan di loker otomatis, namun tidak gratis. Saya kemarin membayar 60 penny, namun sayang ternyata ukuran koper saya terlalu besar untuk loker yang tersedia. Loker dengan ukuran yang lebih besar sudah penuh semua. Alhasil saya minta tolong kepada staf dan dia mempersilahkan saya untuk meletakan koper di disabled toilet yang ada di bar. Karena jarang atau hampir tidak pernah digunakan jadi disabled toilet ini dijadikan gudang dan dalam posisi terkunci. Jadi ya saya merasa aman saja menitipkan koper di situ, toh hanya sebentar dan tidak ada barang berharga di koper. Yang berharga hanya rendang kalengan selundupan dari Indonesia.

Kamar mandi bersama yang ada di sini adalah tipe antara kamar mandi dan toilet tidak menjadi satu. Menurut saya tipe jenis ini terasa menguntungkan tapi juga menyebalkan. Menguntungkan karena berarti tamu yang hanya ingin menggunakan toilet tidak perlu mengantri terlalu lama hanya karena menunggu tamu yang mandi. Menyebalkan karena tidak bisa langsung melakukan panggilan alam sebelum mandi, harus pindah tempat.

Tidak ada lift di sini dan hostel ini tidak hanya 1 atau 2 lantai saja. Untungnya kamar saya berada di lantai 1. Untuk private room kalau tidak salah ingat berada di lantai 2 atau 3. Dengan tangga sempit dan banyak lorong, saya bisa membayangkan perjuangan yang harus dilalui kalau saja saya mengambil private room. Ingat juga kalau ini hostel, tidak selamanya staf akan siap sedia membantu membawakan koper berat kamu.

Final words, sebagai tempat untuk sekedar tidur dan melepas lelah, St Christopher’s Inn saya rekomendasikan karena harga murah, lokasi nyaman, dekat dengan supermarket, dan bersih, tapi hanya bagi yang bisa tidur nyaman walaupun ada suara berisik ya.

St Christopher’s Inn Oasis – London Bridge (London, Inggris)

Lokasi ( 163 Borough High Street, Southwark, London, SE1 1HR, United Kingdom )

Another St Christopher’s Inn. Yap, saya memang menginap di 2 lokasi St Christopher’s Inn. Untuk London sendiri St Christopher’s Inn memiliki 8 cabang. Saya memilih cabang Oasis karena ini adalah St Christhoper’s Inn khusus perempuan. Walaupun tidak 100% untuk perempuan juga sebenarnya. Karena Oasis ini berada di 1 bangunan dengan cabang St Christhoper’s Inn The Village. Pintu masuk, resepsionis, jadi satu dengan The Village. Untuk Oasis hanya dipisahkan dengan pintu yang hanya bisa dibuka oleh tamu Oasis saja.

Lokasi St Christopher’s Inn Oasis ini cukup strategis, dekat dengan tube station, supermarket, dan jaraknya hanya selemparan batu dengan Borough Market, food market yang terkenal itu. Jadi tidak perlu terlalu khawatir kelaparan, saya justru lemas kekenyangan di sini. Untuk lokasi dan cara menuju ke St Christopher’s Inn Oasis bisa dilihat di web St Christopher’s Inn.

Sama seperti St Christopher’s Inn yang ada di Bath, dimana hostel menempel dengan bar, hal ini juga terjadi di St Christoper’s Inn Oasis. Walalupun tidak separah cabang Bath, dimana kebisingan khas bar terdengar sampai ke kamar walaupun kaca jendela sudah ditutup rapat, di cabang Oasis ini suara dari bar dan jalanan London hanya akan terdengar kalau kaca jendela kamar tidak tertutup rapat. Mungkin suaranya tidak terlalu bising karena posisi bar tidak berada persis di bawah hostel. Kalau kamu tidak dibuat pening dengan suara dari bar, mungkin kamu bisa dibuat pening dengan lorong di hostel ini. St Christopher’s Inn adalah hostel dengan lorong dan kelokan terbanyak yang pernah saya temui. Baik cabang di Bath dan London ini memiliki banyak lorong dan belokan. Mungkin ciri khas.

Kamar & Fasilitas

Kamar yang bisa dipilih di St Christopher’s Inn Oasis ini selain tipe dormitory, juga tersedia kamar private dengan bunk bed untuk 2 orang. Untuk dormitory tersedia untuk kapasitas 8, 10, dan 14 orang. Di awal saya sudah menyebutkan kalau cabang Oasis ini female only. Jadi ya dormitorynya pasti female dormitory room ya. Harga yang saya bayarkan untuk 1 tempat tidur di 14 bed female dorm adalah £ 18.9 per malam.

img_20161011_142255

Tidak ada fasilitas free breakfast di sini, no surprise. Tapi sama seperti cabang Bath, free breakfast bisa didapat jika melakukan reservasi langsung melalui website St Christopher’s Inn. Berharap bisa memasak sarapan atau makan malam di sini?  Lupakan saja. Tidak ada fasilitas dapur bersama di sini. Di common room hanya ada microwave dan peralatan makan sendok garpu saja. Bahkan untuk air putih saja tidak disediakan dispenser. Saya yang selalu membawa botol untuk diisi dengan air putih harus masuk ke dalam bar dan menyorongkan botol kosong saya kepada bartender untuk diisi air putih. Untungnya gratis, jadi saya senang saja keluar masuk bar untuk isi air minum (atau bir? *ketawa setan). ‘Kenapa tidak isi botol dengan air kran di kamar mandi?’ Ya bisa saja, tapi karena ukuran botol saya cukup besar jadi tidak bisa mengisi maksimal kalau dengan kran wastafel karena botol tidak bisa ditegakan di wastafel.

Sebenarnya saya pribadi cukup puas menginap di St Christopher’s Inn Oasis ini, tapi ada 1 poin minus di sini, yaitu staf yang menurut saya kurang ramah. Resepsionis berikap seakan kurang perduli kepada tamu. Saya yang ingin check ini didiamkan cukup lama karena dia masih sibuk dengan sesuatu yang ada di layar komputernya. Saya tidak ada masalah jika dia masih harus mengurus sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaannya, tapi paling tidak dia bisa mengatakan sesuatu, sekedar “wait a minute, please” akan membuat tamu merasa diperdulikan. Lalu sebagai pengingat, seperti cabang Bath, St. Christopher’s Inn cabang Oasis, dan Village, tidak memiliki lift dan tangganya lumayan untuk olahraga kalau kamu membawa koper besar nan berat dan female solo traveler seperti saya. Kecuali tiba-tiba ada pahlawan laki-laki yang menawarkan untuk membantu membawakan koper kamu, maka koper berat adalah siksaan.

Brxxl 5 City Centre Hostel (Brussels, Belgia)

Lokasi ( Rue Woeringen 5, 1000 Brussels, Belgium )

Murah dan lokasi dekat dengan Midi train station adalah poin yang saya pertimbangkan kenapa memilih hostel ini, selain murah juga tentunya. Poin utama adalah lokasi yang dekat dengan stasiun kereta karena saya tiba di Brussels pagi buta dan menuju Amsterdam di pagi hari juga dengan menggunakan kereta dari stasiun Midi.

Tapi yang menjadi nilai minus untuk saya pribadi dari segi lokasi Brxxl 5 hostel ini adalah berada di kawasan arab. Eits, jangan terburu-buru langsung menilai saya rasis. Kenapa saya melihat ini sebagai nilai minus adalah hanya karena saya tidak suka dengan makanan Timur Tengah. Kalau lingkungan yang terlihat kotor, saya tidak bisa langsung menilai karena berada di kawasan arab. Brussels memang bukan kota yang bersih setelah melihat area lainnya yang juga kotor. Beberapa review menyebutkan kalau lokasi Brxxl 5 hostel ini tidak aman, terutama untuk perempuan karena menyebutkan mengalami catcalling. Saya sempat sedikit jiper ketika membaca review tersebut.

Di sekitar hostel memang banyak restoran atau cafe dengan tempat duduk outdoor, sepanjang hari bisa dilihat banyak warga lokal yang mayoritas laki-laki berkumpul. Ketika mengingat review jelek tentang catcalling saya sempat takut jalan melewati kerumunan tersebut. Tapi mungkin karena saya menggunakan jilbab, jadi pelecehan yang ditakutkan tidak terjadi. Pandangan mata memang masih ada, tapi tidak sampai melecehkan. Atau mungkin pandangan mata itu sebenarnya tatapan heran karena biasanya mereka melihat yang memakai jilbab berwajah arab berhidung mancung berkulit putih, lha saya pakai jilbab wajah melayu berhidung tumpul berkulit coklat. Tatapan heran ‘manusia jenis mana ini’.

Mayoritas restoran di sekitar hostel menyajikan makanan Timur Tengah dan tidak ada supermarket di mana saya bisa membeli makanan siap saji, yang tentu saja bukan makanan Timur Tengah. Staf hostel juga tidak tahu ready food yang saya maksud ketika saya bertanya lokasi supermarket terdekat. Saya malah diarahkan ke toko kelontong. Hari pertama saya harus rela makan makanan Timur Tengah yang saya tidak tahu namanya. Di hari kedua baru saya menemukan ternyata ada Carrefour di dalam stasiun Midi jadi bisa terselamatkan dari penyiksaan makan makanan Timur Tengah. Berada di kawasan arab sebenarnya menguntungkan karena makanan terjamin kehalalannya jadi bisa leluasa memilih tanpa harus bertanya dulu.

Kamar & Fasilitas

Terlepas dari lokasi yang oke-oke-tidak, kamar dan fasilitas yang ada ditawarkan Brxxl 5 Hostel cukup memuaskan. Selain kamar tipe dormitory, mereka juga menyediakan private room dengan kapasitas 2 sampai 5 orang. Untuk dormitory selain female dan mixed shared room seperti hostel kebanyakan, Brxxl 5 juga menyediakan male dormitory. Sangat jarang hostel memiliki male dormitory room. Mungkin efek dari berada di kawasan arab jadi pemilik ingin memfasilitasi tamu yang risih tidur 1 kamar dengan yang bukan muhrimnya.

Karena ada female dormitory room, tentu saja saya memilih kamar tipe ini. Harga dibandrol € 20 untuk 1 tempat tidur per malam untuk dormitory room kapasitas 4 orang. Disediakan loker yang berada di bawah tempat tidur serta lemari. Ukuran loker yang diberikan cukup besar dan terbuat dari kayu, bukan besi berisik seperti yang saya temui di Inggris. Overall untuk sebuah hostel, kamar yang disediakan memuaskan. Terkecuali lampu. Lampu yang dipasang berwarna orange sehingga pencahayaannya sangat minimalis. Mungkin maksudnya bagus agar tamu yang sedang tidur tidak terganggu dengan tamu yang masih mau menggunakan lampu. Tapi ini sepertinya terlalu minimalis jadi cenderung gelap.

IMG_20161014_165035

Berbeda dengan St Christopher’s Inn dengan tipe kamar mandi sharing yang berada di luar kamar, Brxxl 5 memiliki kamar mandi yang berada di dalam kamar and I LOVE THE BATHROOM. Setelah 2 minggu muak juga melihat kamar mandi sempit minimalis ala hostel selama di Inggris, lalu bertemu kamar mandi dengan ukuran yang lumayan besar serta desain yang tidak hanya tembok dan pintu putih merupakan suatu anugerah. Ukuran wastafel yang lumayan besar juga bisa saya manfaatkan untuk mencuci beberapa potong baju. Yang saya kurang suka dari kamar mandi di Brxxl 5 ini hanya pilihan aroma sabun yang disediakan saja, aroma ala-ala parfum AXE. Like seriously, siapa sih yang ditunjuk buat pilih sabun?

Untitled
Too amazed with their bathroom so forgot to take a pic. Get this pic from booking.com

Fasilitas yang ada di hostel ini yang patut saya syukuri yang kemarin membawa koper 14 kg adalah: LIFT. Terima kasih, Tuhan! Kamar berada di lantai 3, kalau sampai tidak ada lift atau staf yang membantu, mungkin saya bisa ngglundung kelelahan. Selain lift, fasilitas menyenangkan lainnya adalah koper bisa dititipkan with no additional charge alias gratis. Tapi bagian yang kurang menyenangkan juga ada, seperti tidak ada dapur misalnya. Tapi selama masih ada microwave, maka masalah perut bisa terselesaikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s