Mengurus Visa Kunjungan Bisnis / Wisata Amerika Serikat

Entah kerasukan angin apa saya tiba-tiba memasukan Amerika Serikat sebagai negara yang akan dikunjungi berikutnya. Jujur, Amerika masih jauh dari pikiran saya sebagai destinasi liburan, terutama dalam waktu dekat. Selain merasa kalau Amerika kurang menarik serta ada mitos kalau menembus visa Amerika itu susah, saya juga masih butuh waktu untuk mengisi amunisi tabungan karena digit tabungan jatuh bebas setelah liburan selama nyaris sebulan di Eropa. Kalaupun ingin liburan di luar Asia, target berikutnya justru masih Eropa dan Australia yang-cuma-negara-sebelah-tapi-mahalnya-nyebelin-itu. Jordania dan Rusia bahkan sempat masuk ke dalam daftar. Intinya negara Obama itu tidak pernah saya pikirkan untuk dikunjungi, kecuali kalau tiba-tiba ada rejeki bisa ke sana gratis tentunya.

Tapi rencana tinggal rencana. Karena saya anak yang kadang labil dan suka gagal fokus, termakanlah racun dari KartuPos yang membuka paket trip, yang bisa dibilang murah, ke New York. Itu sungguh racun! Tapi karena terlambat dari jadwal pesan untuk harga promo tersebut, saya jadi batal ambil paket KartuPos. Sebenarnya bisa saja kalau saya mau ambil karena koh Kenny info kalau ada promo lagi. Tapi setelah pikir sana sini, saya akhirnya memutuskan untuk trip secara mandiri saja karena ternyata China Southern membuka harga kurang dari 10 juta untuk tiket KL – JFK PP. Secara harga memang tidak lantas jadi jauh lebih murah dibandingkan dengan beli paketan dan pastinya akan lebih ribet karena segala urusan diurus sendiri. Tapi dengan itu jadi ada pengalaman urus trip negara baru.

Setelah tiket sudah di tangan, maka hal maha penting yang harus dilakukan adalah: mengurus visa. Walaupun sebenarnya jadwal trip dijadwalkan masih sekitar 7 bulan sejak saya memutuskan untuk mengurus visa, tapi keputusan untuk mengurus visa jauh-jauh bulan sebelumnya karena alasan harus pindah domisili negara. Daripada makan ongkos balik ke Indonesia hanya demi buat visa, lebih baik dicicil sebelum keluar dari Indonesia. Toh Amerika tidak mematok visa harus dibuat minimal berapa bulan sebelum keberangkatan seperti beberapa negara pada umumnya. Perginya baru 2 tahun lagi pun sebenarnya tidak masalah karena visa kelas B ini berlaku selama 5 tahun. Tapi jangan buat visa karena coba-coba dan iseng kebanyakan duit ya. Kalau visa sudah di tangan tapi ternyata setelah 5 tahun tersebut terdeteksi tidak dipakai dan suatu hari ada benar-benar pergi maka bersiap saja masuk daftar hitam.

1. Menyiapkan Foto

Seperti pengajuan visa pada umumnya, visa Amerika juga mewajibkan kita untuk menyiapkan foto dengan ukuran dan aturan yang sudah ditentukan. Foto yang harus disiapkan harus berukuran 5×5, berwarna, menggunakan latar belakang berwarna putih dan diambil dalam jangka waktu tidak lebih dari 6 bulan sebelumnya. Untuk lebih jelasnya, silahkan cek di halaman berikut ini.  Dianjurkan sih memang menggunakan jasa tukang foto yang sudah makan asam garam kehidupan membuat foto untuk keperluan visa karena dengan menyebut nama negara yang diinginkan maka niscaya mereka sudah paham harus berbuat apa. O iya, selain dalam bentuk cetak, jangan lupa untuk menyiapkan foto dalam bentuk softcopy juga karena softcopy foto diperlukan untuk langkah selanjutnya yaitu…

2. Mengisi Aplikasi Online Visa Non-Imigran (DS-160)

Amerika seperti halnya Inggris dalam urusan pengisian formulir pengajuan visa, Amerika pun sudah maju menggunakan formulir versi online. Untuk aplikasi DS-160 bisa dibuka di sini.

Langkah awal untuk mengisi aplikasi visa DS-160 ini dimulai dengan memilih di lokasi mana akan mengajukan visa. Untuk Indonesia tersedia 2 lokasi, yakni Jakarta dan Surabaya. Selanjutnya kita akan diminta untuk mengunggah foto, yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya. Kemudian jika foto sudah berhasil diunggah, aplikasi bisa mulai untuk diisi dengan klik ‘Start an Application’ yang kemudian kita akan mendapatkan Application ID serta diharuskan untuk menjawab Security question. Sebaiknya catat dan ingat baik-baik Application ID dan jawaban dari security question karena ID dan jawaban security question akan digunakan jika ingin login kembali ke aplikasi DS-160.

Untitled

Pengisian aplikasi DS-160 ini bisa diisi dengan cara mencicil jika tidak kuat untuk mengisinya dalam 1 kali. Walaupun pertanyaan yang diajukan tidak sebanyak visa Inggris, namun bisa saja ada kendala pada pengisian seperti mati listrik atau koneksi internet melemah kan. Jika terjadi kendala seperti itu maka itulah saatnya kita menggunakan application ID. Pada saat membuka aplikasi, klik ‘Retrieve an Application’ untuk melanjutkan pengisian aplikasi yang tertunda. Jika merasa lelah pun pengisian aplikasi bisa juga dilanjutkan kapan-kapan selama tidak lebih dari 30 hari.

Data yang perlu diisi pada aplikasi DS-160 ini sebenarnya standar saja. Data pribadi, rekam jejak perjalanan sebelumnya, data keluarga, dan data pekerjaan. Untuk data pribadi juga pertanyaan yang diajukan tidak ada yang aneh dan semua pertanyaan seharusnya bisa dijawab tanpa perlu membuka contekan, kecuali data KTP dan paspor.

Untitled.jpg

Setelah mengisi data yang berhubungan dengan data pribadi, maka langkah berikutnya adalah mengisi data yang berhubungan dengan perjalanan ke Amerika, seperti tujuan perjalanan apakah untuk berlibur, bekerja, sekolah, atau ketemu pacar. Lalu pertanyaan tanggal rencana datang ke Amerika, alamat tempat tinggal ketika berada di Amerika, serta siapa yang membiayai perjalanan tersebut juga perlu dijawab. Kemudian akan dilanjutkan ke bagian Travel Companion. Bagian ini sederhana saja, hanya menanyakan akan pergi seorang diri atau ramai-ramai dengan orang sekampung.

Untitled.jpg

Lanjut ke bagian selanjutnya yaitu berhubungan dengan sejarah perjalanan kita dengan Amerika, seperti apakah sebelumnya pernah mengunjungi Amerika atau tidak, pernah mendapatkan visa Amerika atau tidak, apakah pernah ditolak ketika mengajukan visa ataupun ketika mengunjungi Amerika.

Untitled

Masuk ke bagian selanjutnya adalah U.S. Contact. Bagian ini menanyakan siapa yang bisa dihubungi ketika kita berada di Amerika. Jika kita tidak mengenal siapapun di Amerika, maka bagian ini bisa diisi dengan kontak tempat kita tinggal selama di Amerika. Jika menginap di hotel, maka cantumkanlah nama dan alamat dari hotel itu. Jika kasusnya adalah mengisi data kontak tersebut dengan kontak hotel, maka pilihlah Other untuk kolom ‘Relationship to You’. Kecuali hotel tersebut dimiliki oleh pacar atau pasangan sendiri, maka beda urusan.

Untitled

Lanjut ke bagian berikutnya yaitu informasi mengenai keluarga dan juga tentang pekerjaan. Untuk keluarga, yang ditanyakan adalah orang tua dan keluarga inti. Termasuk pertanyaan apakah anggota keluarga tersebut berada di Amerika atau tidak. Sedangkan untuk bagian informasi pekerjaan, kita diwajibkan untuk memilih bidang pekerjaan yang dijalani dan jika bekerja di perusahaan maka cantumkanlah nama serta kontak dari perusahaan tempat kita bekerja. Pendapatan per bulan pun perlu diinformasikan.

Untitled

Apakah sampai sini sudah terasa melelahkan? Tahan, sebentar lagi selesai untuk tahap pengisian aplikasi, tinggal 1 bagian lagi, yaitu ‘Security and Background’, yang sayangnya terbagi menjadi 5 bagian. Tapi hanya mengisi pilihan ganda kok. ‘Yes’ atau ‘No’. Tidak perlu berpikir keras dan khawatir berlebihan kalau tidak mengidap penyakit menular kelas wahid yang bisa mengancam kesehatan orang lain dan juga bukanlah seorang teroris atau anggota kelompok kriminal tingkat domestik atau internasional. Tapi sama seperti halnya Inggris, Amerika pun juga menanyakan pertanyaan nyeleneh seperti ‘Apakah anda terlibat kegiatan terorisme selama di Amerika atau kegiatan terorisme lainnya?’ dan juga ‘Apakah anda adalah anggota atau perwakilan dari kelompok terorime?’. Lagi-lagi, teroris spesies mana yang akan memilih ‘Yes’ untuk pertanyaan tersebut?

Untitled

Untitled

Jika semua bagian sudah diisi dengan benar dan lengkap, maka kita akan mendapatkan halaman konfirmasi (yang bukanlah visa) yang harus dicetak ataupun bisa dikirimkan ke email sebagai backup untuk dicetak kemudian dan dibawa pada saat kita mendatangi kantor kedutaan Amerika sesuai dengan jadwal yang akan dipilih di langkah berikutnya. Eh, 2 langkah berikutnya ding. Langkah selanjutnya setelah mengisi aplikasi yang cukup melelahkan ini adalah…

3. Membayar Biaya Visa

Untuk membayar biaya visa ini kita diwajibkan untuk membuat akun terlebih dahulu di web ini. Di sini juga nantinya kita akan memilih jadwal wawancara di kedutaan. Tapi tidak bisa membuat jadwal jika belum melakukan pembayaran. Setelah membuat akun dan login, masuk ke bagian Aplikasi Baru / Jadwal Janji Temu dan jawablah beberapa pertanyaan yang diajukan sesuai dengan kebutuhan kita.

Untitled.jpg

Pertanyaan yang harus dijawab sebelum mendapatkan virtual number untuk pembayaran visa adalah:

  1. Jenis visa yang diajukan, apakah visa imigran atau non-imigran
  2. Di kota mana kita akan melakukan wawancara, Jakarta atau Surabaya
  3. Kategori visa apa yang diajukan, apakah bisnis/turis, kru kapal, visa bekerja, atau visa belajar
  4. Pilih kelas visa yang diinginkan. Karena di sini saya membahas visa untuk kunjungan bisnis / wisata, maka visa yang muncul adalah kelas B. Untuk Visa kelas B maka pilihannya ada B1 yaitu untuk kunjungan bisnis, B2 untuk kunjungan wisata atau perawatan medis, dan B1/B2 untuk bisnis dan wisata. Kalau tujuan kedatangan untuk berlibur, tidak salah juga memilih kelas B1/B2 walau pada kenyataannya kunjungan hanya untuk wisata.
  5. Mengisi data pribadi seperti nama, tanggal lahir, nomor paspor, jenis kelamin. Di bagian ini juga yang harus diisi adalah ‘Nomor Konfirmasi DS-160’. Nomor konfirmasi ini sama dengan application ID yang didapat pada saat mengisi aplikasi DS-160 sebelumnya.
  6. Tambahkan data jika ada anggota kelompok atau keluarga yang mengajukan visa bersamaan
  7. Menjawab pertanyaan untuk menentukan kelayakan visa seperti ‘Apakah pernah mengirimkan dokumen untuk perpanjangan?’, ‘Apakah pemegang paspor Indonesia?’, ‘Apakah umur lebih muda dari 14 tahun?’. Jawablah sesuai dengan keadaan sendiri.
  8. Memilih jenis pengiriman dokumen. Bagi yang tidak berdomisili dekat dengan kedutaan, hal ini sangat membantu. Tersedia pilihan untuk dokumen dikirimkan kemanapun, rumah atau kantor. Tapi bagi yang tidak sabar ingin mengetahui apakah visa diterima, bisa memilih opsi ‘Jemput’. Untuk opsi Jemput ini hanya berada di kota tertentu karena maksud Jemput di sini bukan kita datang ke kedutaan seperti beberapa negara pada umumnya, namun dokumen diambil di kantor RPX yang sudah ditentukan.

Setelah menjawab dan mengisi pertanyaan maka kita akan disodorkan pilihan bagaimana akan membayar biaya visa, apakah secara tunai melalui bank yang telah ditentukan atau dengan cara Electronis Fund Transfer (EFT). Karena pengalaman saya adalah dengan cara bayar tunai di bank, jadi saya tidak akan menjelaskan untuk pembayaran dengan cara EFT seperti apa. Untuk pembayaran dengan sistem EFT bisa dipelajari sendiri di sini.

Dokumen dengan nomor virtual account akan muncul setelah kita memilih cara pembayaran. Cetaklah dokumen ini untuk nantinya dibawa ke bank dan ditunjukan kepada teller. Pada saat saya membuat visa, bank yang ditunjuk untuk pembayaran visa Amerika adalah bank CIMB Niaga. Bank ini bisa sewaktu-waktu berubah sesuai keinginan pihak kedutaan Amerika karena sebelumnya bank yang digunakan adalah Standard Chartered. Jadi bisa saja sebulan atau setahun setelah tulisan ini dipublish, bank yang ditunjuk sudah berbeda. Suka-suka hati pihak kedutaan lah.

Berapa biaya yang dibayarkan? Secara biaya sebenarnya tidak berubah, stabil dari dulu kala, tetap USD 160. Tapi karena perubahan kurs, jadi secara biaya rupiah yang dikeluarkan tentu ada penyesuaian kurs. Ketika saya mengajukan visa di tahun 2017 biaya rupiah yang saya keluarkan adalah Rp. 2,160,000 namun untuk tahun 2018 sepertinya sudah naik menjadi Rp. 2,240,000 karena perubahan kurs yang digunakan. Untuk update biaya visa bisa dilihat di sini.

Sudah melakukan pembayaran? Bagus. Simpan baik-baik lembar hijau yang didapat setelah membayar karena kertas itu adalah dokumen wajib yang harus dibawa pada saat datang ke kedutaan. Lanjut ke langkah selanjutnya yaitu…

4. Memilih Jadwal Wawancara

Setelah melakukan pembayaran maka kita sudah bisa memilih tanggal untuk jadwal sowan ke kedutaan Amerika dalam rangka wawancara. Seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya, web yang digunakan untuk memilih jadwal wawancara sama dengan web untuk mendapatkan virtual number pembayaran visa.

Untitled

Setelah login klik ‘Lanjutkan’ untuk masuk ke tahap membuat jadwal wawancara. Web akan membawa kita ke poin 8 dari bagian sebelumnya, yakni memastikan kembali pilihan untuk pengiriman dokumen sudah benar. Jika ingin mengubah pengiriman masih bisa dilakukan di bagian ini. Setelah itu kita akan diminta untuk memasukan nomor pembayaran. Nomor pembayaran yang dimaksud di sini adalah virtual account yang didapat sebelumnya. Tapi perlu diingat bahwa kita tidak bisa langsung melanjutkan proses untuk memilih jadwal wawancara 1 detik setelah membayar. Harus sabar menunggu setidaknya 1×24 jam.

Untuk jadwal wawancara hanya tersedia 2 jadwal setiap hari kerjanya, yaitu jam 7 dan 9 pagi. Tidak ada jadwal di siang hari bagi manusia pemuja bangun siang. Jika sudah memilih jadwal, maka kita akan mendapatkan ‘Appointment Confirmation’ yang bisa langsung dicetak atau dikirimkan ke email lalu dicetak kemudian. Pastikan lembar ini dicetak karena merupakan dokumen wajib dibawa pada saat datang ke kedutaan. Bagi yang suka plin-plan, perlu diingat bahwa jadwal wawancara yang sudah dipilih bisa diganti maksimal 2 kali. Lebih dari itu, maka harus membayar biaya visa lagi.

Untitled

5. Mempersiapkan Dokumen Persyaratan

Seperti halnya wawancara kerja yang memerlukan CV, maka wawancara pengajuan visa dengan kedutaan pun memerlukan dokumen yang harus dibawa. Ada 2 jenis dokumen yang harus disiapkan, yaitu dokumen yang wajib dibawa dan dokumen yang tidak wajib dibawa namun sebaiknya dipersiapkan.

a. Dokumen yang wajib dibawa

Dalam ‘Appointment Confirmation’ pihak kedutaan sudah menjabarkan dokumen apa saja yang wajib dibawa pada saat datang wawancara, yaitu:

  • Paspor yang berlaku minimal selama enam bulan, serta jika memiliki paspor lama juga perlu dibawa
  • Tanda bukti pembayaran dari bank
  • Satu lembar foto berwarna dengan menggunakan latar belakang berwarna putih, berukuran 5×5 dan dicetak dengan menggunakan kertas glossy
  • Konfirmasi pengisian aplikasi DS-160. Pastikan mencetak formulir konfirmasi ini dengan tinta yang bagus agar nantinya barcode dapat terbaca
  • Formulir ‘Appointment Confirmation’

b. Dokumen yang tidak wajib dibawa namun sebaiknya dipersiapkan

Kedutaan Amerika tidak menyebutkan dokumen secara gamblang mengenai dokumen pendukung karena dokumen ini memang sifatnya tidak wajib, hanya untuk antisipasi jika dibutuhkan. Namun secara umum dokumen pendukung yang perlu disiapkan sama seperti negara lainnya. Kalau ingin mencontek, berikut beberapa dokumen yang saya siapkan pada saat pengajuan visa kemarin:

  • Surat keterangan kerja dari perusahaan tempat bekerja
  • Surat referensi dari bank tempat di mana kita mengendapkan dana serta print out rekeningnya. Jangan bertanya berapa minimal saldo tabungan yang dibutuhkan karena ini tidak ada jawaban pastinya. Rumus sederhananya adalah cari tahu berapa biaya hidup per hari kemudian kalikan dengan berapa lama akan hidup di sana.
  • Print out tiket penerbangan dan booking penginapan sebagai bukti bahwa kita sudah mantap untuk menghabiskan uang di negara mereka

6. Datang ke Kedutaan Untuk Wawancara Sesuai Dengan Jadwal

Dokumen sudah disiapkan, saatnya mendatangi kedutaan sesuai dengan tanggal dan jam yang sudah dipilih. Saya datang sedikit terlambat dari jadwal yaitu pukul 7 pagi karena alasan klasik, macet. Namum alhamdulillah tidak sampai terlambat hingga pukul 8:30 karena untuk jadwal pukul 7 pagi jika datang lebih dari pukul 8:30 maka kita akan ditolak masuk dan harus membuat jadwal wawancara baru.

Karena terlambat sedikit ketika saya datang tidak ada antrian terlihat namun dengan keadaan seperti itu jadi tidak lantas bisa masuk seenak jidat. Pada saat itu seorang satpam wanita langsung mengarahkan untuk membuat antrian karena ada beberapa orang juga yang datang lebih dari pukul 7. Lalu satpam meminta kita mengeluarkan paspor yang kemudian akan dicocokan dengan daftar nama yang sudah dia pegang. Selang berapa menit kemudian dia mengarahkan untuk masuk secara tertib.

Di balik pintu gerbang kedutaan Amerika dengan tembok yang tinggi dan pagar besi itu saya langsung bertemu dengan beberapa satpam lagi dan mesin X-ray. Petugas mengarahkan untuk mengeluarkan semua barang elektronik karena memang tidak boleh dibawa masuk. Saya yang polos ini mengira barang yang perlu dikeluarkan dan harus dititipkan adalah handphone saja. Ternyata setelah tas saya keluar dari mesin, petugas meminta saya untuk mengeluarkan hard disk, earphone, bahkan token untuk internet banking. Semua barang tersebut harus masuk penitipan pun. Jangan lupa mengambil nomor untuk barang yang dititipkan.

Setelah melewati pintu lagi dan ke bagian loket, seorang petugas dengan sigap dan ramah akan bertanya apakah kita sudah mendapatkan nomor antrian. Tentu saja saya pun dengan sopan menjawab belum. Kemudian dia akan memeriksa kelengkapan dokumen yang dibawa yang diakhiri dengan menyerahkan nomor antrian dan mempersilahkan saya untuk duduk selagi menunggu nomor dipanggil. Karena datang kesiangan, nasib mendapat nomor urutan ratusan. Sesuai ekspektasi, harus menunggu cukup lama. Tidak ada handphone, tidak ada televisi, yang ada hanya toilet, air minum gratis serta penjual makanan bagi yang belum sarapan.

Hingga pada saat nomor dipanggil, dengan sigap saya segera menuju loket. Di loket ini belum terjadi wawancara, hanya pengambilan dokumen wajib yang sudah dibawa dan sidik jari. Pertanyaan yang ditanyakan oleh petugas pun hanya ‘dalam rangka apa ke Amerika?’. Setelah dirasa tidak ada masalah untuk dokumen yang harus diserahkan kita akan diminta untuk menunggu lagi untuk proses wawancara yang akan dilakukan di ruangan lain. Kali ini panggilan dalam bentuk kelompok, yaitu dari nomor sekian sampai sekian. Biasanya per 10 orang.

Selang sekitar hampir 20 menit kemudian kelompok yang ada nomor saya pun akhirnya dipanggil untuk masuk ke ruang tunggu untuk sesi wawancara. Setelah masuk ke dalam kali ini adalah ruangan dengan AC, petugas mengarahkan untuk duduk selagi menunggu nomor antrian dipanggil. Di kala menunggu inilah saya deg-deg an dan grogi. Suhu ruangan terasa dingin. Kita pun bisa mendengarkan wawancara yang sedang terjadi karena memang hanya dilakukan di loket kaca, bukan tertutup dalam ruangan. Selama menunggu saya melihat mayoritas aplikan mendapatkan kertas berwarna putih. Kita bisa melihat visa ditolak atau diterima atau bahkan diperlukan untuk memberikan dokumen tambahan dari kertas yang didapat. Saya tidak mencari tahu arti warna kertas secara detil, yang saya ingat hanya putih dan pink. Putih berarti visa diterima. Pink berarti ditolak.

Walau mayoritas mendapatkan kertas berwarna putih, selama menunggu pun saya melihat ada satu orang mas-mas yang tampak sedih karena mendapatkan kertas berwarna pink setelah lama diwawancara. Wawancara yang dilakukannya bisa dikatakan termasuk lama jika dibandingkan dengan yang lain. Saya pun sempat mencuri dengar beberapa pertanyaan yang diajukan. Intinya dia ke Amerika untuk berbisnis, namun sepertinya bahasa Inggrisnya kurang lancar sehingga petugas tidak meloloskan visanya *virtual puk-puk ke masnya. Semoga bisa sukses kalau mengajukan visa lagi.

Sampai pada akhirnya nomor antrian saya muncul di layar salah satu loket yang berarti waktunya saya untuk wawancara. Dengan PD yang dipaksakan saya berjalan mantap menuju loket.

“Good morning”, sapa seorang petugas wanita bule dari balik kaca. Karena si mbak menyapa dalam bahasa Inggris, saya pun otomatis menjawab “Good morning”. Jebakan batman. Jika kita menjawab sapaan petugas dengan bahasa Inggris, maka untuk selanjutnya wawancara akan berlangsung dalam bahasa Inggris. Jadi bagi yang merasa tidak yakin jika diwawancara dalam bahasa Inggris, lebih baik menjawab sapaan petugas dalam bahasa Indonesia. Walaupun bisa saja ditengah wawancara petugas merubah bahasa jika petugas merasa memerlukannya.

Pertanyaan apa saja yang ditanyakan oleh petugas? Pengalaman saya pribadi, waktu menunggu dan deg-deg an lebih lama dari waktu wawancaranya.

“Which part of America that do you want to go?”, tanya si mbak bule sambil jarinya bergerak lincah di keyboard mengetik sesuatu yang entah apa.

“New York”, jawab saya singkat.

“How many days?”,

“Around 5 days”,

“Do you have family in America?”,

“No”,

“Do you have boyfriend in America”,

“No” Oh, ingin ku menjawab i wish

“What’s your job and responsibilities?”,

“I work as supervisor in online advertising company where i need to…”. Di sini saya agak sedikit patah-patah menjelaskan detil pekerjaan karena faktor grogi hingga akhirnya si mbak memotong, “Ok, never mind. How long that you already worked?”.

“Seven years”,

“Your visa will ready in few days”, kata si mbak sambil menyodorkan kertas berwarna putih yang tentu saja saya terima dengan senyum manis.

Wawancara hanya berlangsung mungkin sekitar kurang dari 5 menit dan tidak ada satu pun diminta untuk menunjukan dokumen pendukung yang sudah saya siapkan sebelumnya. Si mbak juga percaya saja saya menjawab pertanyaan sudah bekerja berapa lama tanpa meminta untuk memperlihatkan surat keterangan kerja. Mungkin si mbak punya kekuatan membaca pikiran. Dengan kertas berwarna putih di tangan saya pun melenggang gembira keluar dari gedung kedutaan dan tentu saja tidak lupa mengambil barang yang dititipkan di bagian keamanan.

Untitled

Ternyata tidak harus menunggu sampai beberapa hari untuk bisa melihat paspor dengan visa Amerika di dalamnya seperti yang dikatakan petugas mbak bule karena selang sehari setelah wawancara saya mendapatkan email bahwa paspor sudah siap untuk diambil di kantor RPX Casablanca. Paspor pun sudah diperindah dengan visa Amerika.

Wohooo…patung Liberty, Times Square, White House, tunggu saya menjamahmu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Mengurus Visa Kunjungan Bisnis / Wisata Amerika Serikat

  1. sis sebelum appy ke usa.. pasportnya udah pergi ke mana aja ? saya mau coba apply tapi pasportku ga banyak keluarnya hehee.. tlg balas thanks ya

    1. sebelum ke usa sudah ada bekal visa schengen dan beberapa visa negara asia timur. tapi kalau belum banyak pergi keluar tapi tujuan pergi ke sananya jelas, trus keuangan bisa dibuktikan dengan baik, ikatan dengan indo juga ok, kayak bekerja atau kuliah, ga ada masalah kok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s